Ayah Sebagai Kepala Keluarga

DI 01072016 
1 Timotius 3:4 KJV 

One that ruleth well his own house, having his children in subjection with all gravity; 

  • Seseorang yang mengatur dengan baik rumahnya sendiri, memiliki anak-anak dalam penundukan diri dengan segala gravitasi. 

Menerjemahkan ‘gravity’ dlm ayat ini tdk mudah, namun saat kita mengerti apa itu gravitasi, maksud dr ayat ini bs kita pahami dg benar. 
Istilah ‘gravitasi’ kita temui dlm ilmu Fisika yaitu gaya tarik menarik antara 2 benda di alam semesta ini. Tanpa gravitasi, kita akan melayang, tdk menapakkan kaki di bumi. Penundukkan diri seorg anak terhadap ayahnya diumpamakan spt gravitasi, ada ‘gaya tarik’ dr ayah sbg kepala keluarga yg berkuasa penuh mengatur rumah tangganya dan jg ada ‘gaya tarik’ dari anak-anak yg mengerti bhw mereka butuh dididik dan dibimbing oleh orgtua mrka dg syarat hrs tunduk pd orgtua. Sama spt kita mkn di sebuah resto, resto menyediakan mknan, perut kita perlu makanan, bertemulah 2 kepentingan ini dlm sebuah peristiwa: kita menghilangkan lapar dg makan mknan yg disajikan oleh resto yg kita datangi. 
Seorg ayah hrs menjd ‘raja’ dlm keluarganya, bkn sbg diktator, tp sbg pengatur rumah tangganya, mengerti apa yg hrs dilakukan dan menerapkan aturan dg benar. Tdk boleh ‘lembek’ tp lemah lembut, menerapkan disiplin tapi jg mengasihi, menjd ‘raja’ yg dikasihi, bkn ditakuti tp dihormati. 
Seorg ayah hrslah menjd figur yg dikasihi oleh anak-anaknya. Anak yg memberontak biasanya kehilangan figur bapa dlm hidupnya. Ini krna sang bapa tdk benar dlm mengatur rumah tangganya sndri. Membuat peraturan tp melanggar jg, melihat anak buat salah tp dibiarkan saja, memaksakan kehendaknya pd anak tanpa mau mengerti apa yg anak-anak pikirkan dan rasakan. Tdk mampu membuat anak-anaknya tunduk dg kerelaan hatinya sndri. 
Mengatur rumah tangga perlu kerjasama dg isteri, krna bersama istri melaksanakan apa yg sdh disepakati bersama ttg bgmna mengatur rumah tangga dg baik

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.