Berdoa Yang Wajar

DI 06082016 
Matius 6:7 NKJV 

And when you pray, do not use vain repetitions as the heathen do. For they think that they will be heard for their many words. 

  • Dan ketika kamu berdoa, jangan memakai pengulangan yang sia-sia sebagaimana yang penyembah berhala lakukan. Karena mereka berpikir bahwa mereka akan didengar karena perkataan mereka banyak. 

Tentu kita telah diajari teori ttg bgmna berdoa pd Tuhan, hrs begini dan bgtu, namun ada satu hal yg hrs jd perhatian kita ttg berdoa sbg org yg percaya pd Tuhan. 
Pertama, jangan menggunakan kata yang sia-sia. Maksudnya adalah berdoa itu hrs tahu apa yg ingin kita sampaikan pd Tuhan, bkn cuma asal berdoa. Krna doa itu komunikasi dg Tuhan, maka kita sebaiknya menggunakan perkataan yg ‘jujur’ pd Tuhan, tdk lain di bibir dg di hati, jgn jg berdoa krna sdh ‘menghafal’ tp tdk didasari iman. Jd berdoa itu hrs tahu apa yg ingin kita sampaikan pd Tuhan. 
Kedua, jgn mengulang-ulang perkataan yg sia-sia. Doa itu bkn spt kita mengucapkan ‘mantera’ yg katanya jika diulang-ulang sekian kali akan terjd sesuatu. Boleh mengutip ayat Firman Tuhan, tp jgn kita jadikan spt sebuah mantera, para penyembah berhala memang menggunakan cara berdoa spt mantera, tp kita sbg anak Tuhan tdklah demikian. 
Berdoa bknlah spya terlihat sbg org yg dekat dg Tuhan. Doa jg tdk boleh ‘diperdagangkan’. Zaman skrg ada saja pihak tertentu yg memasang tarif utk layanan doa, hati-hati para penyesat yg kelihatannya sangat rohani dan ‘berkarunia’, jika ingin memberkati org yg mendoakan kita itu wajar, tp kalau hrs ‘membayar’ sblm didoakan, ini sebuah penyesatan, di dlmnya terselip upaya utk meramal dan menyesatkan iman org percaya. 
Berdoalah bkn krna merasa doa itu sebuah kewajiban, tp berdoalah krna kita ingin membangun hubungan yg baik dg Tuhan, sediakan waktu utk Tuhan bcra pd kita. Durasi doa bknlah standart doa didengar Tuhan atau tdk, tp perkataan yg tdk sia-sia, yg jujur dan yg didasari iman yg benar, itu yg benar

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.