Bicara atau Diam?

DI 20082016 
Kisah Para Rasul 18:9 KJV 

Then spake the Lord to Paul in the night by a vision, Be not afraid, but speak, and hold not thy peace: 

  • Kemudian berfirmanlah Tuhan pada Paulus di malam itu melalui sebuah penglihatan: “Jangan takut, tapi bicaralah, dan jangan memegang damai sejahteramu 

Setiap org percaya punya tanggung jwb utk memberitakan Injil sesuai kapasitas masing-masing, ada yg kapasitasnya besar spt para hamba Tuhan, penginjil, para pelayan Tuhan, ada jg yg kapasitasnya sesuai dg kesanggupannya, mgkin org yg bekerja di dunia sekuler, ibu rumah tangga, teman ke teman, dsbnya. 
Apakah sama antara menginjil dan membuat org menjd Kristen? Pandangan dr umat agama lain menganggap keduanya sama, tp benarkah sama? 
Apa yg kita sampaikan saat memberitakan Injil? Tentu saja ttg apa yg telah Yesus kerjakan selama Dia hidup di dunia, mati dan bangkit. Umumnya org menyebutnya sbg berita keselamatan. Keselamatan yg diperoleh krna kita bertobat dan menerima pengampunan dosa melalui korban Yesus di kayu salib. Berita inilah yg menjd pokok penginjilan. 
Tentu respon yg mendengarnya terbagi 2 yaitu ada yg percaya, ada yg tdk percaya. Firman Tuhan pd rasul Paulus mengingatkan kita agar jgn takut memberitakan Injil sekalipun ditolak dan diancam bahkan dianiaya, teruslah bicara, jgn diam, dan jgn memegang damai. Knpa jgn memegang damai? 
Sebagian org percaya merasa sulit bcra ttg Injil di kalangan umum, segan dianggap ‘meng-kristenkan’ org lain, takut dikucilkan, shga memilih jalur aman yaitu tdk memberitakan Injil shga pertemanan, koneksi, tetap terjaga. Yg penting damai semuanya. 
Menginjil bkn berarti meng-kristenkan org lain, tetapi menyampaikan semua hal ttg Yesus dan apa yg diperbuat-Nya. Kalaupun ada yg percaya, dan ingin dibaptis, itu keputusan murni dr org itu, jgn kita ‘dorong atau paksa’, Roh Kudus yg mampu membuat org bertobat dan menyerahkan hidup pd Tuhan. Bagian kita hanya menyampaikan, selebihnya bagian Tuhan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.