DI 11102016
Matius 15:22, 28
Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.”
- Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Biasanya utk mengusir setan dr seseorg yg dirasuki roh jahat dilakukan dg cara mendoakan org itu, kalau zaman skrg biasanya meminta bantuan hamba Tuhan dan team yg biasa menangani masalah spt itu. Namun dlm kisah ini ternyata berbeda.
Tdk ada adegan seru layaknya pengusiran setan yg pernah kita saksikan, entah scra lgsg atau melalui video dokumentasi, tdk ada tengking menengking roh jahat, bahkan dlm kisah ini tdk ada pertemuan jarak dekat antara Tuhan Yesus dg anak perempuan yg kerasukan itu. Tp realitanya si anak disembuhkan, bebas dr gangguan roh jahat hanya karena perkataan iman ibunya di hadapan Yesus. Percakapan sekian menit dg Tuhan ternyata membawa dampak yg luar biasa.
Sama spt si ibu yg awalnya menginginkan Yesus berbuat sesuatu utk putrinya, kita jg seringkali terjebak dg metode dan cara utk menyelesaikan suatu perkara. Doa puasa seringkali jd metode umum yg dilakukan utk menemukan solusi dr Tuhan, pd kenyataannya tdk semua hal bs diselesaikan dg cara berdoa puasa. Berdoa puasa tanpa didasari oleh iman, tentu hanya menjd sebuah ‘ritual’ saja, tdk ada efeknya, justru yg hrs ditunjukkan saat menghadapi situasi apapun itu adalah iman, bkn saja dg perbuatan, tp juga lewat perkataan. Dr perkataan yg diucapkan bs terlihat kondisi iman seseorg. Dan iman yg sesuai standart Tuhan bs mewujudkan apa yg kita inginkan, spt apa yg Yesus katakan pd ibu ini. Di 2 tempat yg berbeda, terjd sebuah hal yg luar biasa pd saat yg sama. Itulah iman yg mengubah keadaan.
Jgn terjebak dlm penyesatan rohani, ketika sesuatu kita lakukan tanpa iman, itulah ‘ritual’, jgn jatuh dlm hal ini