Respon DidikanĀ 

DI 15102016 
Wahyu 3:19 NKJV 

As many as I love, I rebuke and chasten. Therefore be zealous and repent. 

  • Sebanyak yang Aku kasihi, Aku tegur dan hajar. Karena itu jadilah tekun dan bertobat. 

Biasanya kalau kita melihat seseorg sdg ditegur dan dimarahi, responnya hanya 2 yaitu diam sambil mendengarkan atau marah dan membela diri habis-habisan. Namun Firman Tuhan mengajar kita ttg respon yg benar ttg ini. 
Respon yg seharusnya adalah tekun dg bersemangat dan bertobat. 
Saat ditegur dan dihajar oleh Tuhan, kita hrs tetap bersemangat, tekun dan bertobat. Tdk mgkin org bertobat jika tdk tahu apa kesalahannya. Namun utk bisa bertobat, diperlukan semangat dan ketekunan. Kita berbuat salah bkn berarti kita sdh gagal. Ketika kita dikoreksi, terimalah dg semangat, melihat bhw utk di waktu ke depan, kita bs tdk mengulangi kesalahan dan kegagalan yg sama. 
Org yg dihajar pasti sakit, hajaran scra fisik membuat tubuh merasakan sakit, scra emosional maka emosi bs dlm keadaan yg tdk stabil, terganggu, bs menjd ‘down’ atau justru bersemangat. Tekun berarti mau dan berani mencoba lagi, tdk berhenti meskipun ada hambatan dan rintangan, menyelesaikan proses demi proses hingga selesai. Ketika dididik Tuhan, bersemangatlah dan bertobat, ditegur Tuhan berarti masih disayang Tuhan. Dia ingin kita sukses, berhasil dan punya masa dpn yg baik. Dia tdk ingin kita hidup dlm kutuk, tp dlm keadaan diberkati. Itulah sebabnya Dia mendidik kita dg keras, disiplin tinggi namun tetap berada dlm naungan kasih setia-Nya. Bertobat berarti kita kembali mendekat pd Tuhan, hidup kita terarah pd Dia. Kalau kita kecewa, kita cenderung mulai menjauh dr Tuhan. Tambah kecewa tambah jauh dr Tuhan. Jgn kita punya respon yg salah ketika ditegur dan dihajar Tuhan. Makin kita bersemangat, semua bs kita jalani dg tdk terbebani, masih punya harapan di dlm Tuhan. Bersemangatlah krna tujuan dr didikan Tuhan adalah hidup yg ada dlm kebahagiaan, kelimpahan, dan trs menerus dikasihi

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.