DI 17102016
Amsal 3:12 NKJV
For whom the Lord loves He corrects, Just as a father the son in whom he delights.
- Karena siapa yang Tuhan kasihi, Tuhan koreksi, sebagaimana seorang ayah, anak laki-laki yang dia suka
Anak kesayangan zaman skrg justru lebih dimanja shga pd masa dewasanya tdk punya katakter yg kuat, dewasa dan mandiri. Ini krna salah orgtua mengasihi anaknya.
Seringkali sbg orgtua punya pandangan yg salah ttg anak kesayangan, sebagian org menilai anak dr prestasi yg dia raih, misalnya menjd juara di sekolah, kalau si anak nilainya buruk biasanya orgtuanya kecewa dan cenderung tdk diberi kasih sayang yg seharusnya. Tentu ini keliru.
Ayat ini sbnarnya cukup aneh bila kita pny cara pandang yg salah. Kata ‘koreksi’ pny arti membenarkan, artinya ada kesalahan yg diperbuat sang anak. Setiap kesalahan pasti ada hukumannya, tentu ini benar, tapi apakah dg hukuman itu si anak bs memperbaiki kesalahannya sndri? Perlu bimbingan orgtua utk membuat si anak mengerti kesalahan yg dia perbuat dan tahu apa yg hrs dibenarkan. Disiplin tanpa kasih bs menimbulkan luka hati dan merasa tdk dikasihi, tp kasih tanpa disiplin justru merusak masa dpn anak kita.
Anak yg bnyk buat kesalahan atau ‘nakal’ justru hrs mendpt kasih yg lebih dr orgtuanya, ingat bhw hubungan darahlah yg mendasari hubungan orgtua dg anak, bkn krna si anak hebat dan berprestasi.
Makin disayang Tuhan, makin Tuhan senang mengkoreksi kita. Bapa mengasihi kita bkn krna kita hebat, tp krna kita ditebus oleh darah Anak-Nya yaitu Yesus Kristus. Ketika kita berbuat dosa, Tuhan tetap mengasihi kita, Dia adil, artinya Dia tetap mengasihi kita, tp Dia jg hrs berperkara dg dosa kita, ada kasih dan disiplin yg berjalan beriringan, itulah cara Tuhan mengasihi kita.
Tuhan sdg mempersiapkan sesuatu yg mulia dlm hidup setiap kita, apakah kita mempersiapkan diri utk itu? Akan ada bnyk koreksi Tuhan dlm hidup kita, masih ditegur Tuhan berarti masih disayang Tuhan