Teman Yang Negatif

DI 08112016 
Amsal 16:28 KJV 

A perverse man sows strife, And a whisperer separates the best of friends.

  • Seorang yang jahat menabur perselisihan, dan seorang pembisik memisahkan teman-teman dekat. 

Pihak ketiga dlm sebuah hubungan memang lebih sering diartikan negatif, misalnya dinilai sbg selingkuhan, pembuat gara-gara, dsbnya. Ayat di atas sedikit menggambarkan hal ini. 
Seorg teman yg buruk adalah org yg merusak hubungan baik temannya dg org lain. Masuknya seseorg dlm sebuah kelompok justru bs merusak kekompakan yg telah ada, caranya dg membuat rasa saling curiga, ada gosip dan rumor seru, atau dg sengaja membuka aib org lain sehingga terjadilah pertengkaran yg ujungnya adalah putus pertemanan. 
Pembisik justru biasanya teman yg kita percayai, org yg ‘kepo’ selalu saja mau tahu dan cari tahu. Namun justru teman yg kita percayai malah berusaha merusak hubungan pertemanan kita dg org lainnya. Awalnya mgkin info yg benar, kemudian mulai dimasukkan info yg salah shga terjd kesalah pahaman, curiga dan salah sangka. Teman dekatpun bs diadu domba. 
Motivasinya beragam, mulai dr krna ‘cemburu’, merasa krg diperhatikan, kecewa dg kedekatan kita dg seorg teman, dsbnya. Dia ingin hanya dg dialah nanti kita trs berteman. Tentu ini bkn suatu hal yg mudah utk disadari dr awal, krna kita menilai dia betul tulus terhadap kita, namun ‘di belakang’ ternyata dia menyebar fitnah dan segala hal yg jahat. 
Biasakan meng-cross check setiap info yg kita terima, jgn lgsg percaya pd sesuatu yg dibisikkan pd kita, teman yg baik mgkin saja berbuat kesalahan, jd jgn kaget. Terlalu dekat dg seseorg jg punya resiko, dlm sebuah kelompok hindari punya ‘teman emas’, cobalah berinteraksi scra adil dan merata, teman yg lama jgn dilupakan, teman yg baru jgn terlalu diistimewakan. Memang tdk bs dipungkiri, kita lebih nyaman berteman dg org yg bs mengerti kita, namun teman kita tetaplah manusia, tdk sempurna, bs buat kesalahan fatal. Sediakanlah maaf selalu

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.