Lambat Marah 

DI 26112016 
Amsal 19:11 NKJV 

The discretion of a man makes him slow to anger, And his glory is to overlook a transgression. 

  • Bijaksananya seseorang membuat dia lambat untuk marah, dan kemuliaannya adalah memaafkan kesalahan. 

Ternyata hal yg membuat seseorg utk tdk cepat marah itu bkn kesabaran, tp kebijaksanaan yg dia miliki. Bisa sabar tak menjamin bs tdk cepat marah krna kesabaran seseorg pny batas habisnya. 
Menjd bijaksana itu berarti mengenali diri sndri seutuhnya, tahu kekuatan dan kelemahan, tahu tabiat bawaan orgtua, tahu hrs bergaul yg baik dg siapa, dsbnya. Sederhananya, tahu apa yg baik dan buruk utk dirinya. Logikanya saja, kalau seseorg tahu akibat cepat marah bagi dirinya itu tdk menguntungkan, maka dia akan berusaha menguasai dirinya sebisa mgkin, mendengar tdk dr satu pihak saja, tdk ikuti emosi dan mood, namun jika dia blm sadar jika akibat cepat marahnya, dia merasa nyaman dg itu, dianggap hal yg normal dan org lain hrs maklum. 
Ironis sekali jika kita bs menemukan detail hidup org lain namun kita tdk mengenali diri sndri dg seutuhnya, bs nasehatin org lain tp tdk bs menasehati diri sndri. Jgn habiskan wkt utk meneliti hidup org lain, gosip terbaru selalu update, merasa dirinya lebih baik drpd org lain. Jgn malu utk bertanya pd org lain ttg apa yg hrs kita benahi dlm hidup kita. Tdk ada manusia yg sempurna, tp bkn berarti kita pasrah dg kelemahan yg kita miliki. Usahakan diri semakin hr semakin menjd lebih baik. 
Tuhan akan memproses diri kita utk menjd sempurna, prosesnya di dunia, hasilnya kita nikmati penuh di surga nanti. Bnyk kelemahan diri kita yg akan Tuhan bongkar dlm hidup kita, namun itu justru baik spya kita diajari Tuhan bgmna utk menanganinya. Dia Pencipta kita, tahu persis cara menjadikan kita pribadi yg sempurna. Percayakan pd Tuhan, hasilnya pasti luar biasa. 
Mulailah utk mengenali diri sndri scra utuh, berani jujur terhadap diri sndri, berani mengakui kekurangan dan kelemahan kita 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.