Tidak Lemah Seharusnya

DI 30112016 
Lukas 18:1 KJV 

And he spake a parable unto them to this end, that men ought always to pray, and not to faint; 

  • Dan Dia berbicara sebuah perumpamaan pada mereka untuk akhirnya, bahwa orang-orang wajib selalu untuk berdoa, dan bukan untuk lemah;  

Penerjemahan yg kurang tepat membuat kita keliru dlm memahami perumpamaan ini, kita menganggap bs memaksa Tuhan dlm doa utk mengikuti keinginan kita, asalkan kita trs menerus berdoa, krna dlm terjemahannya digunakan kata ‘tidak jemu-jemu’. 
Pdhal bkn itu maksudnya, bkn memaksa Tuhan dg doa yg tdk jemu-jemu, tp sbnarnya ditekankan bhw doa itu harus, wajib, krna jika tdk berdoa maka kita bs menjd lemah, redup, kusam, dsbnya. Jika tdk ingin lemah, hrs berdoa. 
Dlm hal berdoa kita hrs mengerti waktu Tuhan. Misalnya saat cuaca mendung tebal, kita sdg mengendarai motor, bs kita berdoa minta Tuhan tahan hujan sementara. Jenis doa ini biasanya jwbannya cepat, tdk perlu puasa, dlm bbrpa menit bs terlihat hasilnya, tetap mendung atau malah hujan lebat. Tapi misalnya utk permintaan ingin punya mobil pribadi, perlu menunggu dan berusaha, bs jg dg berpuasa. Tdk semua doa itu sama cara berdoanya. 
Kalau kita merasa lemah, pasti kurang berdoa, kurang berdoa krna imannya goyah, iman goyah krna melihat situasi yg sulit bahkan mustahil. Apa yg kita lihat bs mempengaruhi iman kita. Doa itu spt ‘melihat’ kuasa Tuhan, inilah yg menguatkan iman kita. 
Berdoalah dg terus menerus, beda dg mengulang-ulang, tetap terhubung dg Tuhan setiap hari, mendengar suara Tuhan dan menerima petunjuk Tuhan. Jgn berhenti berdoa krna berhenti berdoa berarti berhenti percaya, meragukan Tuhan, org yg ragu dan bimbang tdk akan menerima apa yg dia minta pd Tuhan. Bkn salah Tuhan, tp krna ragu dan bimbang, kita tdk menerima yg kita minta. Singkirkan keraguan dan bimbang saat berdoa, tetap percaya dan beriman teguh. Nantikan Tuhan bertindak sesuai dg waktu-Nya yg tepat dan terbaik. Dia Bapa Yangbaik 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.