Kemarahan Orang Bodoh

DI 21042014

Amsal 27:3 NKJV
A stone is heavy and sand is weighty, But a fool’s wrath is heavier than both of them.

Sebuah batu itu berat dan pasir itu berat, tetapi sebuah kemarahan orang bodoh itu lebih berat daripada keduanya.

Ukuran sebuah kemarahan itu salah satunya adalah ‘berat’. Makin berat suatu benda makin besar wujudnya dan lebih sukar utk diangkat.

Kemarahan org bodoh lebih berat drpd batu dan pasir. Mengapa digunakan batu dan pasir sbg pembandingnya?

Kemarahan itu ada 2 jenis penyebabnya yaitu sesuatu yg spontan dan sesuatu yang terakulasi atau terhimpun dlm jangka wkt tertentu yg suatu saat semuanya ‘meledak’ menjd kemarahan yg besar.

Kemarahan yg spontan adalah kemarahan jenis ‘batu’, cukup alasan utk langsung marah saat itu jg. Namun kemarahan jenis ‘pasir’ itu marah setelah tdk dpt menahan diri lg trs menerus diperlakukan dg tdk baik : trs menerus dihina, dicaci maki, diremehkan, dikecewakan, dibohongi, dsbnya. Tdk bisa melawan atau krna masih bs sabar. Suatu saat spt gunung berapi yg meletus, mengerikan.

Sebutir pasir sangat ringan, segenggam pasir beratnya bs sama dg berat sebuah batu kecil. Kemarahan kecil bila trs disimpan suatu saat bs menjd kemarahan yg besar dan efeknya mengerikan.

Kemarahan org bodoh sangat tdk baik dampaknya. Org bijak bs marah, tp marahnya itu bertujuan spya yg dimarahi tahu dan menyadari perbuatannya yg salah dan sedikit menekan dan memaksa org yg dimarahi segera merubah sifat dan karakternya yg kurang baik. Org bodoh marah krna mereka kecewa pd diri sndri, marah krna ditegur, terlalu sensitif dg perkataan org lain. Marah hanya ingin melampiaskan emosinya semata.

Kemarahan org bodoh itu ‘membabi buta’ artinya marah dg melibatkan org lain di sekitarnya yg tdk berurusan dg dia. Marahnya dg si A, tp si B dan C yg kena dampaknya. Marah dg suami, anak yg jd obyek marahnya. Marah pd atasan, bawahan kita yg jd obyek marahnya. Kasusnya sebulan lalu, marahnya br sekarang.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.