Penderitaan dan Nyaman 

DI 09122016 
2 Korintus 1:4 NKJV 

who comforts us in all our tribulation, that we may be able to comfort those who are in any trouble, with the comfort with which we ourselves are comforted by God. 

  • yang menghibur kami di dalam segala kesukaran, supaya kami mampu untuk menghibur mereka yang ada dalam kesulitan, dengan penghiburan yang mana kami sendiri terhibur oleh Tuhan. 

Kita sering mengenal istilah zona nyaman atau comfort zone, suatu kondisi di mana kita merasa nyaman, dan ternyata dlm kesukaran yg dihadapi, rasul Paulus justru dihibur atau dibuat nyaman oleh Tuhan, bertolak blkg dg ajaran bhw hrs keluar dr zona nyaman. 
Apakah ini 2 hal yg berbeda? Sbg ayah jasmani, kita pasti jg ingin anak kita tdk selalu belajar trs, ada jg wkt utk berlibur. Bahkan seandainya ada anak yg sakit parah, orgtuanya rela utk menggantikan posisi anaknya menanggung sakit, spya anaknya bs menikmati hidup yg nyaman. Apalg Bapa Surgawi kita, mgkinkah Dia ingin anak-anak-Nya menderita trs? Dia jg ingin kita menikmati kenyamanan. Buktinya, Dia sediakan tempat kita di surga, tempat yg nyaman. 
Zona nyaman tdk selalu negatif, bkn zonanya yg salah, tp apa yg kita perbuat saat berada di zona nyaman. Kalau kita diam saja, tdk meng-upgrade kualitas diri, tdk bersiap utk masa dpn, jelas kita salah, tp ketika dlm kenyamanan, kita berbuat sesuatu yg positif, berbagi dg sesama, meng-upgrade diri, dsbnya, justru kita akan lebih dipakai Tuhan menjd alat-Nya. 
Dlm masa kesukaran, rasul Paulus dihibur dan dinyamankan Tuhan, bkn berarti hilang kesukarannya, namun dlm kesukarannya, rasul Paulus dumampukan utk menghibur dan menyamankan jemaat Tuhan dlm kesulitan mrka. Bkn berarti rasul Paulus mengambil alih mengatasi kesulitan jemaat, tp dia memberikan semangat spya jemaat tetap kuat dan mampu mengatasi kesulitan mrka. Selagi susah, masih bs menghibur org lain yg sdg dlm kesulitan, krna Tuhan telah menghiburnya terlebih dahulu. 
Tuhan beserta kita 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.