DI 21122016
Lukas 16:9 NKJV
And I say to you, make friends for yourselves by unrighteous mammon, that when you fail, they may receive you into an everlasting home.
- Dan Aku berkata kepadamu: “Jadikanlah teman-teman bagi dirimu sendiri oleh mammon yang tidak benar, supaya ketika kamu gagal, mereka boleh menerimamu ke dalam rumah abadi.
Ini ayat tersulit yg pernah saya renungkan. Ternyata ini hrs dikaitkan dg ayat sebelumnya yg berbicara ttg anak-anak dunia dan anak-anak terang.
Perhatikan bbrpa kata yg penting dlm ayat ini:
Ada kata teman-teman, siapa mrka? Ini merujuk pd anak-anak dunia yg lebih lihai dr anak-anak terang.
Ada kata mammon yg tdk benar, dlm Ensiklopedia, mammon bknlah seorg dewa berhala, mammon berasal dr bhsa aram ‘mamona’ yg artinya rumah harta benda atau kekayaan. Mammon yg tdk benar merujuk pd ‘karakter’ harta yg bs membuat org yg baik menjd jahat krna cinta uang.
Ada kata rumah abadi, satu-satunya rumah yg abadi adalah tempat kediaman Tuhan yaitu surga.
Lalu ada kata mereka, siapa? Siapa yg bs menerima kita masuk rumah abadi atau surga? Pastinya adalah Bapa, Yesus dan Roh Kudus.
Jd kalau ayat ini kita masukkan pengertiannya dg benar menjd demikian :
“Jadikanlah teman-teman bagi dirimu sendiri yaitu anak-anak dunia yang lebih lihai oleh kekayaan yang sifatnya tidak benar, supaya ketika kamu gagal, Tuhan akan menerimamu di dalam surga.”
Jd yg dimaksud Tuhan adalah kita perlu berteman dg org-org bukan Kristen yg memang ‘lihai’, dlm arti belajar dr keahlian mereka, dg menggunakan kekayaan yg kita miliki. Bkn berarti kasih uang, tp bs berarti kita pakai uang utk kuliah di universitas umum misalnya, diajar oleh dosen-dosen yg bkn dr kalangan Kristen saja. Atau kita mengikuti seminar ttg sesuatu, atau kursus sebuah ketrampilan. Bersahabat tentu tdk memandang berdasarkan kesamaan agama, dan dlm persahabatan butuh peranan uang di dlmnya.
Kalau gagal berteman, kita punya Sahabat sejati di surga