Memposisikan Tuhan

DI 23122016 
Yohanes 6:15 

  • Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. 

Kebutuhan pd zaman ayat ini memang berhubungan dg politik, bangsa Israel sdg dlm penjajahan Romawi, butuh seseorg pemimpin yg sanggup menyelamatkan mrka, ketika Yesus tampil dg kuasa mengadakan mujizat, org bnyk berpikir Yesuslah yg pantas menjd raja atas mrka. Namun Yesus dtg bkn utk menjd raja atas kerajaan Israel, tp utk menyelamatkan domba-domba yg tersesat. 
Terkadang kita memposisikan Tuhan sesuai dg yg kita inginkan, shga akibatnya fatal sekali, misalkan seseorg percaya Yesus adalah Penyembuh, ketika dia sakit dan berharap Tuhan menyembuhkan penyakitnya, namun ternyata Tuhan tdk jg menyembuhkannya, maka mulailah timbul keraguan dan ketdk percayaan, shga akhirnya Tuhan tdk lg dipercaya sbg Tuhan, mulai percaya pd berhala atau malah menyembah iblis. Jd pertanyaannya: yg hrsnya mengatur itu Tuhan atau kita? 
Tdk selalu Tuhan akan mengabulkan permintaan sesuai harapan kita. Ada saatnya Dia menolak permohonan kita. Dia itu Tuhan, tdk boleh dipaksa menuruti kemauan manusia, tdk boleh diatur-atur apalg disuruh-suruh. 
Tuhan punya alasan mengapa tdk mengikuti keinginan kita, pastinya semua utk kebaikan kita. Pikiran kita tdklah sehebat pikiran Tuhan, disayang Tuhan bkn berarti boleh mengatur Tuhan, tp semakin dikasihi Tuhan, kita hrs semakin sadar diri dan tunduk pd otoritas-Nya. Tdk boleh ‘ngelunjak’ tp hrs menghormati Tuhan sbg Tuhan dan Juruselamat hidup kita. Semakin mengenal Tuhan, kita semakin hrs dwsa dalam hal rohani, semakin berhikmat, tdk menanipulasi Tuhan demi keuntungan diri kita sndri. Yg kita pikir benar blm tentu itu benar mnrut Tuhan. Kebutuhan kita bknlah tolak ukur mengenai kesanggupan Tuhan. Kita hrs paham mengenai kepentingan Tuhan utk hidup kita, mgkin Tuhan ‘diam’ saja kita kelewat batas keinginan yg masih diperbolehkan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.