Menunggu Detik Tuhan 

DI 26122016 
Kejadian 22:10-11 

Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 

  • Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” 

Kita sering mendengar ttg menunggu waktu Tuhan yg berarti sabar menantikan Tuhan berbuat sesuatu. Namun sbrpa wkt yg perlu ditunggu? Bkn hitungan hari, jam, atau menit, tp hitungan detik. 
Detik ke brp? Apakah di waktu pagi, siang atau malam? Jam brp? Menit ke brp? Ini yg perlu kita cermati, detik Tuhan tdk seorgpun yg tahu, krna itu kita hrs tetap percaya dan pegang teguh firman Tuhan. 
Yg Abraham lakukan hanyalah mengikuti perintah Tuhan meskipun semakin mendekati detik di mana dia hrs menyembelih Ishak oleh tangannya sndri. Tuhan mau buat apa? Apakah Ishak mati dulu br dibangkitkan Tuhan? Ataukah sdh disembelih dan terluka barulah Tuhan muncul dan menyembuhkan Ishak? Ternyata Tuhan bcra saat Abraham hendak menghunus pisau ke tubuh Ishak. Itulah detiknya Tuhan. 
Spt jg peristiwa air utk mencuci kaki para tamu diubah Yesus menjd air anggur yg terbaik. Sewaktu para pelayan disuruh Yesus berjalan menemui pemimpin pesta, air belumlah menjd anggur, kpn berubahnya? Itulah detiknya Tuhan, sblum dicobai oleh pemimpin pesta, air sdh menjd anggur. 
Apakah kita lelah menunggu Tuhan? Kadang timbul pikiran mengapa Tuhan bertindaknya lama sekali bahkan terlambat mnrut kita, jgn pernah berhenti dan menyerah, detik Tuhan tdk bs diprediksi, kita tdk bs mengatur atau bahkan memaksa Tuhan, tunduklah pd otoritas Tuhan, Dia tdk akan mempermalukan kita di hadapan org lain, Dia tdk lalai menepati janji-Nya, Dia tdk melupakan kita. Selama kita menuruti Firman-Nya, Dia ada di pihak kita dan membela kita. 
Melihat kenyataan bs melemahkan iman, tetaplah percaya bhw Tuhan yg pegang kendali atas hidup kita, sekalipun mnrut kita terlambat, namun detiknya Tuhan selalu tepat dan terbaik utk kita. Jgn goyah sedetikpun, percayalah

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.