Memperoleh Janji Tuhan

DI 04012017 
Ibrani 6:15 KJV 

And so, after he had patiently endured, he obtained the promise. 

  • Dan oleh karena itu, setelah dia dengan sabar bertahan, dia memperoleh janji itu. 

Kita pasti pernah mengantri ketika ingin mengurus atau membeli sesuatu. Kalau kita keluar dr tempat kita antri, maka kita tdk mendapatkan pelayanan yg kita inginkan. Maka kita perlu dg sabar bertahan di posisi kita mengantri, jika tdk, maka posisi kita akan digantikan oleh org lain dan kita hrs mengantri dr blkg lagi. 
Ada nasehat yg berkata: “Kalau menunggu, bkn berarti diam tdk melakukan apa-apa.” Terdengarnya sih bagus, tp blm tentu benar. 
Contoh: menunggu nomor antrian kita dipanggil, kita bosan dan main games di handphone. Saking serunya, telinga kita kurang awas ditambah suasana ramai kiri kanan shga saat nomor kita dipanggil, kita tdk mendengarnya. 
Menunggu itu butuh fokus, kalau menunggu sambil mengerjakan sesuatu, maka kita kehilangan fokus sesungguhnya. Nasehat di atas mnrut saya itu salah, jgn menunggu sambil mengerjakan sesuatu yg lain, apalg dlm hal menunggu penggenapan janji Tuhan. 
Tuhan tdk perlu kita bantu apalg kita ‘pancing’ dg sesuatu yg mnrut kita bs mempercepat janji Tuhan dinyatakan dlm hidup kita. Persiapan jgn dilakukan di saat kita menunggu, tp disiapkan sblum kita siap menunggu Tuhan. Mengapa demikian? Waktu Tuhan itu bkn waktu kita, kalau kita tdk siap, tentu kita kehilangan janji Tuhan. Jd hrs sdh siap, tdk mengerjakan apa-apa. 
Dengan sabar bertahan, Abraham memperoleh apa yg Tuhan janjikan. Butuh 25 tahun utk penggenapan janji dia memiliki seorg anak. Ketika isterinya bertindak sndri, mengira bhw dg caranya maka Abraham memiliki anak, tanpa hrs menunggu Tuhan memberinya, kita lihat efeknya hingga hari ini. Jgn sok pintar ingin membantu Tuhan, kecuali Tuhan sndri yg meminta kita melakukan sesuatu. Di luar itu justru akan membuat suasana menjd tdk spt yg Tuhan rencanakan. Belajar utk diam dan menenangkan diri

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.