DI 06022017
Mazmur 147:3
- Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;
Org yg sdg patah hati krna hatinya terluka memang kadang membuat org-org di sekitarnya ‘kerepotan’. Dihibur tapi malah menyendiri, tdk diajak bcra malah dianggap tdk perhatian, dinasehati tapi malah marah, jd bingung menghadapinya.
Dlm ayat ini pemazmur bersaksi bhw Tuhan itu peduli dg keadaan seseorg yg sdg patah hati, tdk dianggap sbg beban, tp sbg org-org yg butuh dipulihkan. Walau kadang Tuhan dlm posisi jd pihak yg disalahkan: “Tuhan kan tahu kalau ternyata dia akan melukai hati saya, knpa Dia tdk mencegahnya?” Kalau ternyata Tuhan mencegah, justru bs dianggap Tuhan itu tdk berpihak pd kita.
Org yg patah hati butuh disembuhkan, tdk cukup sekedar memberi penghiburan. Luka yg dibiarkan akan menimbulkan penyakit yg parah, maka patah hati jika tdk disembuhkan bs mengakibatkan trauma mendalam serta akar pahit, akhirnya bs membuat org itu bertindak yg aneh-aneh hingga punya niat membunuh diri. Mulailah dg memberi perhatian dan menjd pendengar yg baik. Bawa dia mendekat pd Tuhan, jgn berkomentar sembarangan atau bahkan menghakimi, bantu dia utk tdk larut dlm kesedihan yg mendalam.
Penyesalan memang diperlukan, tp jgn menjadikan penyesalan sbg alasan utk trs menerus ingin diperhatikan. Bereskan masalah yg ada, bnyk hal yg masih hrs dikerjakan dan yg lebih penting. Dtg pd Tuhan adalah awal dr kesembuhan luka hati, tdk mau jujur pd Tuhan mengakibatkan kita sulit utk mengalami pemulihan. Biarkan hati kita ‘dibongkar’ Tuhan spya akar luka hatinya bs dicabut dan luka hatinya dibalut oleh Tuhan. Dia yg menciptakan kita, Dia tahu persis cara memulihkan kita.
Butuh waktu utk kesembuhan itu terjd, perlu kesabaran dan tekad utk sembuh. Jgn selalu mengingat peristiwa yg melukai hati, jgn hidup di masa lalu, secepat mgkin menganpuni dan memberkati org yg melukai hati kita. Itu cara yg ampuh spya cpt mengalami pemulihan dr Tuhan