DI 11022017
2 Raja-raja 23:25
- Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.
Raja Yosia, raja Yehuda mulai memerintah di usia 8 tahun, 31 tahun memerintah di Yehuda, raja yg berbalik pd Tuhan setelah kakeknya, raja Manasye dan ayahnya, raja Amon, hidup jahat di mata Tuhan.
Tapi apa fakta kehidupannya, sungguh sbg manusia mgkin kita bertanya-tanya pd Tuhan, mengapa raja yg ‘bertobat’ dan hidup sesuai Taurat Musa justru akhir hidupnya sangat mengenaskan, Firaun Nekho membunuhnya saat terjd perang (ayat 29). Jika dihitung, umur Yosia hanyalah 39-40 tahun. Apakah firman Tuhan keliru? Bukankah panjang umur itu salah satu berkat yg Tuhan berikan bagi org yg hidup benar? Tapi Yosia mengapa mati muda?
Realita sehari-hari jg kadang membuat kita sulit menerima kenyataan yg terjd, mengapa ada org yg mengasihi Tuhan dg sungguh-sungguh mengalami kejadian yg tragis bahkan seharusnya org yg terkutuk yg pantas mengalaminya. Tentu semua adalah kedaulatan Tuhan, mati hidup Tuhan yg mengatur, tapi apa dasarnya Tuhan bertindak demikian?
Dlm kisah ttg raja Yosia, ternyata Tuhan bkn scra pribadi menilai Yosia sbg raja yg jahat, tp ternyata Tuhan teringat akan dosa kakeknya Yosia, yaitu raja Manasye yg hidup melawan Tuhan (2 Raja-Raja 23:26). Memang sulit memahami mengapa Yosia ikut terkena hukuman Tuhan, tp krna ini adalah dosa lgsg terhadap Tuhan, maka hukuman Tuhan turun hingga keturunan yg ke-4 spt dlm Keluaran 20:5.
Apa yg orgtua lakukan akan dinikmati dampaknya oleh anak cucunya jg. Jika orgtuanya baik, anak cucu ikut menikmati dampak dr kebaikan orgtuanya terhadap Tuhan dan sesama. Namun jika justru kejahatan yg dibuat oleh orgtua, maka anak cucunya akan menikmati kutuk akibat dosa yg dilakukan. Sbg orgtua, jgnlah kita sembarangan berbuat apapun