Tanda dan Hikmat 

DI 16022017 
1 Korintus 1:22 

  • Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 

Biasanya utk mencari sebuah jwban doa atau pesan Tuhan, diperlukan ‘tanda’ dr Tuhan dan hikmat utk memahami jwban Tuhan. 
Bangsa Israel dan Yunani saat itu memiliki perkembangan budaya yg tinggi, org Israel dlm mengenali siapa itu Mesias, menyelidiki Alkitab dan mencari ‘tanda’, spt yg pernah ditanyakan pd Yesus (Matius 12:39). Tanda itu sesuatu yg mendahului apa yg dimaksud, misalnya tanda arah panah menunjukkan di mana lokasi yg benar. Awan mendung menandakan akan turun hujan. Bel berbunyi tanda pelajaran di kelas segera dimulai. Menemukan tanda berarti apa yg dicari atau ditunggu ada di sekitar tanda itu. 
Meminta ‘tanda’ dr Tuhan biasanya dilakukan oleh org yg sdg menunggu jwban doa dr Tuhan. Kalau terjd ini berarti jwban Tuhan itu iya, kalau bkn berarti jwban Tuhsn itu tdk. Masalahnya adalah iblis bs saja sengaja merekayasa apa yg kita harapkan sbg tanda dr Tuhan itu terjd. Kadang sulit membedakan mana yg dr Tuhan dan mana yg dr iblis. 
Karenanya diperlukan hikmat, utk mengenali apakah sesuatu itu berasal dr Tuhan atau bkn. Bisa saja tanda yg kita minta itu terjd scra kebetulan, atau direkayasa iblis atau org lain. Hikmat yg bersumber dr Firman Tuhan mampu mrmbedakan sumber dr tanda yg terjd. 
Hikmat itu hrs dicari, spt kita mencari pengetahuan dg belajar, hikmat bkn turun dr surga scra magis, dr mana kita bs mendptkannya? Tentu saja dr Tuhan dan firman-Nya. Mulailah dg tekun membaca Alkitab setiap hr dg teratur, tekun berdoa, merenungkan Firman Tuhan, dan alami pengalaman hidup bersama Tuhan. Dimulai dg proses belajar, kemudian mengerti, dan selanjutnya menjd hikmat, kemampuan utk memahami hal-hal yg telah dan sdg terjd. Tanpa hikmat maka kita bs menjd gagal mendptkan apa yg kita mau, gagal mewujudkan rencana yg sdh diatur. 
Tanda dan hikmat, keduanya wajib kita miliki supaya bs memahami bnyk hal 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.