DI 18022017
1 Korintus 3:1 KJV
And I, brethren, could not speak unto you as unto spiritual, but as unto carnal, even as unto babes in Christ.
- Dan aku, saudaraku, tidak dapat berbicara kepadamu sebagaimana pada manusia spiritual, tapi sebagaimana pada manusia jasmani, bahkan sebagaimana pada bayi-bayi di dalam Kristus.
Bayi bisa diajak bercanda tapi tentu tdk bs diajak berdialog hal-hal yg penting. Percuma ajak bayi bicara ttg Pilkada, dia blm tahu apa-apa.
Rasul Paulus mengalami kesulitan bcra ttg hal-hal rohani pd jemaat Korintus, krna mrka hanya manusia yg ‘jasmaniah’ saja, artinya bisa diajak bcra ttg semua yg berhubungan dg kehidupan di dunia ini, tp bgtu diajak bcra ttg hal-hal rohani, sulit mengerti alias ‘ngak mudeng’.
Tdk semua org tertarik dg hal-hal yg rohani, tp mgkin bnyk org tertarik dg hal-hal yg ‘magis’. Mgkin kalau diminta menyebut jenis-jenis setan, mrka bs dg lancar menyebutnya dibandingkan dg diminta menyebut jenis-jenis malaikat.
‘Racun’ pemikiran bhw selalu akan sulit utk memahami hal yg rohani telah bnyk masuk dlm pikiran org Kristen. Baca Firman hrs ditafsir dulu, pdhal tdk semua bagian dr Firman Tuhan mengandung tafsiran, ada yg memang sudah jelas, tak perlu ditafsir. Tdk perlu hrs sekolah Alkitab dulu utk bs mengerti Alkitab, saat kita rindu utk mengerti, Roh Kudus menuntun kita pd pengertian yg benar. Masalah yg ada adalah kita tdk tekun utk trs belajar mengerti Firman Tuhan.
Kalau seseorg hanya bs menangkap pengertian Firman Tuhan yg dibumbui dg humor saja, itu spt bayi yg hanya bs diajak tertawa, tp tdk mengerti hal-hal lain. Hal-hal yg rohani sama penting manfaatnya dg hal-hal yg jasmani, krna kita adalah manusia rohani yg memiliki jiwa dan berdiam dlm tubuh jasmani selama hidup di dunia. Ilmu pengetahuan penting utk kita pelajari, demikian jg dg hal yg rohani. Hal yg rohani penting utk mempersiapkan diri kita utk hidup nanti dlm kekekalan. Jadi keduanya hrs seimbang