Sukacita Yang Wajar

DI 14032017 
Mazmur 2:11 NKJV 

Serve the Lord with fear, And rejoice with trembling 
Beribadah/layanilah Tuhan dengan takut, dan bersukacitalah dengan gemetar 
Gemetar itu ekspresi ketakutan, tp mengapa penulis mazmur ini berkata bhw ‘bersukacitalah dalam gemetar’? 
Sederhananya adalah bhw saat kita bersukacita, ingatlah selalu akan Tuhan, kita bersukacita krna Tuhan memberikannya pd kita. Juga diingatkan agar tdk berlebihan saat bersukacita, jgn sampai kelewat batas. 
Dlm budaya Israel, bersukacita biasa dilakukan dg minum anggur, kebanyakan minum anggur itu bs menyebabkan mabuk, dlm keadaan mabuk anggur, org bs bersikap aneh dan berkata-kata sembarangan. Saat kehilangan pengendalian diri, seseorg bs saja terpancing utk berbuat dosa atau melakukan sesuatu yg memalukan. Tentu ini sesuatu yg tdk memuliakan Tuhan. 
Saat bersukacita, kita tdk boleh merusak suasana org lain, tdk boleh sengaja pamer atau membuat iri hati. Misalnya saat kita mengadakan sebuah acara perayaan di rumah, kita hrs mengatur sedemikian rupa agar para mobil tamu yg kita undang bs parkir dg baik, jgn sampai menghalangi tetangga utk keluar masuk rumahnya, sampah jg hrs diatur dg baik. Kita hrs ingat bhw apapun yg kita lakukan, kita adalah org Kristen, ada penilaian ttg kita dan sedikit bnyk nama Tuhan Yesus akan ‘terbawa’ dlm penilaian mrka. 
Bersukacita dlm gemetar, artinya dlm batas-batas yg Tuhan tetapkan, tdk bersifat duniawi, artinya cara kita mengungkapkan sukacita tdk spt org yg tdk mengenal Tuhan. Kalau kita hanya mampu merayakan scra sederhana, jgn paksakan diri utk merayakan scra mewah, hingga akhirnya terjebak hutang. Jgn melanggar kenyamanan org lain jg, semua hrs diatur dg baik dan serapi mgkin. Jgn sampai hak org lain kita langgar. Dan hrs ingat jg bhw Tuhan melihat dan menilai semua yg kita perbuat, ada balasan dr Tuhan. 
Ibadah kita dg Tuhan jgn sampai terlupakan, ingat bhw sepanjang hidup ini kita akan trs membutuhkan Tuhan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.