Terbiasa Pola Lama

DI 17052017 
Yohanes 5:7 

  • Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” 

Ada pepatah ‘bisa karena biasa’, dlm situasi yg berbeda mgkin berubah menjd ‘gagal karena biasa’, mengapa? 
Manusia terbiasa bergerak mengikuti sistem yg ada, tentu saja ini hal yg baik krna membuat semuanya teratur dan menghasilkan sesuatu spt yg diharapkan. Namun dlm hidup ini selalu ada ‘faktor x’ yg berada di luar batas pikiran dan kendali manusia. Hasil yg diinginkan bs saja berbeda dg kenyataan, salah satu penyebabnya krna terbiasa dg pola yg sama pdhal tdk ada yg sempurna di dunia ini. 
Seringkali kita menganggap Tuhan sekedar ‘tuan’ saja, menganggap Tuhan spt manusia yg ada hal yg tak bs dilakukan. Org yg sakit dlm kisah ini menyebut Yesus sekedar ‘tuan’ yaitu panggilan terhadap sesama manusia, dia blm mengenal siapa sbnarnya Yesus. Sebagian dr kita jg mgkin spt itu, tdk mengenal siapa Tuhan itu dg benar, shga kita tdk mengandalkan Tuhan dlm setiap situasi. Kita terjebak dg sistem yg manusia buat, kalau ini hrs lakukan begini. 
Tuhan bertindak melampaui pikiran dan kemampuan manusia, artinya ada yg bs dimengerti, ada yg tdk masuk akal bahkan dianggap mustahil, semuanya seringkali berlawanan dg sistem yg ada, kekuar dr pola yg biasa kita gunakan, masalahnya apakah kita siap keluar dr sistem dan pola yg biasa kita gunakan? Jika tdk, kita tak akan melihat mujizat dan keajaiban Tuhan, tdk mengalami kemahakuasaan Tuhan. Kita nantinya cuma mengenal Tuhan secara teori dan pengetahuan, bkn pengalaman pribadi bersama Tuhan. Menjd religius tp sbnarnya duniawi. 
Tuhan tdk pernah gagal, tdk ada yg mustahil bagi Tuhan. Lebih baik percaya pd Tuhan drpd mengandalkan kekuatan diri sndri, justru ketika mengandalkan diri sndri, kita lambat mengalami kemajuan dan diperhamba oleh tekanan dlm hidup ini.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.