Jiwa Yang Lapar

DI 03062017 
Mazmur 107:9 KJV 

For He satisfieth the longing soul, and filleth the hungry soul with goodness. 

  • Karena Dia memuaskan hati yang rindu, dan memenuhi jiwa yang lapar dengan kebaikan. 

Apa yg terjd jika org yg lapar tapi tdk punya sesuatu utk dimakan? Perut akan terasa perih, badan menjd lemas dan terkadang org terpaksa mencuri mknan utk itu. Artinya lapar itu hrs dihilangkan, supaya tenang dan bs beraktivitas scra normal. 
Jiwa kita ternyata jg bisa ‘lapar’, artinya jiwa kita itu perlu diisi sampai penuh dg yg diperlukannya, kalau tdk, sama spt perut yg lapar, kelaparan yg dialami jiwa bs menimbulkan gangguan ringan hingga serius, kita kenal sbg ‘gangguan jiwa’. 
Apa yg diperlukan oleh jiwa kita? Ayat ini berkata bhw jiwa yg lapar perlu diisi dg kebaikan. Kebaikan itu ‘makanan’ bagi jiwa. Tentu ini bcra ttg kebaikan dr Tuhan dan sesama manusia. Kebaikan diperoleh melalui hubungan baik, jika hubungan baiknya terganggu maka yg diterima jiwa bs berupa kejahatan, sakit hati dan semua yg buruk lainnya. Kalau hubungan kita dg Tuhan itu terganggu, maka kita terhambat utk bs menikmati kebaikan Tuhan. 
Makin bnyk kebaikan yg diterima seseorg akan membuat jiwanya tenang dan penuh kedamaian. Rasa dikasihi dan tdk ditinggalkan akan membuat seseorg lebih kuat utk menjalani proses kehidupan yg ada. Kekuatiran mgkin ada, tp tdk sampai menimbulkan kepanikan atau ketakutan yg berlebihan. Ada tempat utk bersandar dan berlindung, rasa aman yg besar membuat seseorg tabah menjalani apapun jg. 
Itulah sebabnya Tuhan ciptakan manusia tdk sndrian. Ada pendamping hidup, sdr seiman, sahabat, keluarga bahkan Roh Kudus sndri menjd Penolong dan Penghibur bagi setiap kita. Kitapun hrs memberi bnyk kebaikan utk hidup org lain, perlu menjaga hubungan baik dg Tuhan dan sesama kita. Saling melengkapi, membangun, menasehati, menegur, menopang dan semua hal baik lainnya. Jgn menjd egois, serakah dan tdk peduli dg org lain. Kita hidup perlu bersosial 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.