Menyenangkan Orangtua

DI 26072017 
Amsal 10:1 KJV 

The proverbs of Solomon. A wise son maketh a glad father: but a foolish son is the heaviness of his mother. 

  • Amsal-amsal Salomo. Seorang anak yang bijaksana membuat seorang ayah bersenang hati: tapi seorang anak yang bodoh adalah kemalangan ibunya. 

Bgmna kita bisa membahagiakan orgtua setelah kita dwsa? Sebagian org berpikir asal diberi uang supaya mrka bs jalan-jalan atau makan itu sdh cukup. Hitung-hitung balas budi sdh membesarkan kita. Benarkah itu cukup? 
Kalau ternyata orgtua kita itu kaya, sebanyak apapun uang yg kita berikan, mgkin tdk bgtu berarti bagi mrka, toh mereka bs cari uang sndri dan punya bnyk jumlahnya. Ayat ini mengingatkan kita bhw spya orgtua kita senang, kita hrs menjd anak yg bijak bagi mrka. 
Bijaksana diperbandingkan dg kebodohan, bkn cuma hrs cerdas atau pandai, tp hrs menjd bijaksana. Ini bkn sekedar belajar pengetahuan, tp belajar ttg kehidupan yg sebenarnya. Belajar teori berbeda dg belajar ketika mempraktekkan teori itu. Tingkat pengertiannya jauh lebih baik krna kalau teori kita hanya menggunakan pikiran dan daya khayal, sdgkan mempraktekkannya melibatkan semua panca indera yg ada, menyinggung perasaan bahkan menyentuh hati. 
Meninggalkan kebodohan berarti mendekati kebijaksanaan. Kebodohan menimbulkan bnyk kemalangan, misalnya kehilangan bnyk kesempatan, ditipu org, kecurian, direndahkan org, tdk diberi kepercayaan besar, bekerja lebih menggunakan tenaga drpd kemampuan intelektualnya. Tentu saja ini mempengaruhi kualitas hidup dan pergaulan. Semakin kita mengupgrade kualitas diri dan memperbaiki karakter, semakin bnyk kesempatan serta memperluas pergaulan kita. Kita menjd kebanggaan bagi orgtua kita krna bnyk org memuji sikap dan perbuatan kita. 
Orgtua bkn sekedar berharap kita sukses dlm hal keuangan, tp mrka jg berharap kita menjd org yg tangguh, mandiri, bs bnyk membantu org lain serta tdk menyusahkan mrka di hari tua 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.