DI 28072017
Amsal 10:25 (NKJV)
When the whirlwind passes by, the wicked is no more, But the righteous has an everlasting foundation.
- Ketika angin topan lewat, orang fasik tidak ada lagi, tapi orang benar memiliki sebuah fondasi kekal.
Kita pasti pernah melihat rekaman saat angin topan atau tornado sdg lewat di sebuah wilayah, ada ‘daya sedot’ yg luar biasa shga mobil itu bs tersedot melayang di dlm pusarannya. Angin ini menyedot semua yg dilewatinya shga kemudian benda ini kemudian terbawa jauh dr tempat asalnya.
Org fasik diumpamakan spt sesuatu yg hilang saat angin topan dtg dan melintas, bisa ikut terbawa krna tdk pny fondasi atau fondasinya lemah. Dlm hidup ini terkadang org lebih mengutamakan yg kelihatan drpd yg tdk terlihat.
Akar adalah fondasi bagi sebuah tanaman, batang dan rantingnya bergerak mengikuti tiupan angin, bahkan ketika angin kencang bertiup, batangnya bs meliuk-liuk tp tdk tumbang, krna akarnya menopang dg kuat. Demikian jg fondasi sebuah gedung, menentukan kokohnya gedung itu dr goncangan gempa besar. Akar dan fondasi tdk terlihat krna ada di dlm tanah.
Org benar memiliki fondasi yg sifatnya kekal, Tuhan menjd ‘fondasinya’ krna org benar ‘berakar’ pd imannya pd Tuhan dan kebenaran Firman-Nya. Tampak luar org bs kelihatan sama, sama-sama kaya, pintar, bahagia, luar biasa, dsbnya, namun bgmna dg fondasi hidupnya? Pd siapa atau pd apa dia membangun hidupnya? Apakah hidupnya berfondasi pd hartanya? Pd bekingannya? Atau berfondasi pd Tuhan?
1 Korintus 3:11 mengingatkan kita bhw fondasi kita ada dlm Kristus Yesus. Melalui Kristus kita menjd ahli waris janji Tuhan pd keturunan Abraham, kita hidup dg sebuah perjanjian dg Tuhan, punya tujuan hidup yg jelas, bahkan kita tahu nanti akan kemana saat masuk dlm kekekalan. Bersama Tuhan kita melewati semuanya dan tampil sbg pemenang. Org lain mgkin putus asa, kita pny pengharapan dlm Tuhan. Org lain menyerah, Tuhan trs menopang dan menguatkan kita