Menjadi Pengasuh Rohani

DI 22082017 
1 Tesalonika 2:7 KJV 

But we were gentle among you, even as a nurse cherisheth her children: 

  • Tapi kami lemah lembut di antara kamu, bahkan sebagai seorang pengasuh menyayangi anak-anaknya. 

Dlm diri manusia, sbnarnya tdk ada perbedaan sifat antara pria dg wanita, krna Tuhan awalnya hanya menciptakan 1 manusia yaitu Adam, baru kemudian Hawa diciptakan Tuhan dr tulang rusuk Adam, artinya Hawa ada dlm diri Adam, sifat pria dan wanita menyatu dlm diri Adam pd awalnya. 
Rasul Paulus menyadari hal ini shga dlm penggembalaannya selain dia berperan sbg bapa rohani, dia jg berperan sbg ibu rohani, spt tertulis dlm ayat ini, dia lemah lembut dan menyayangi jemaat spt seorg ibu pd anak-anaknya. 
Menyayangi (cherish) mempunyai arti ‘protect and care someone lovingly’, jd melindungi dan memelihara dg kasih/cinta. Pendidikan yg baik dilengkapi oleh 2 hal yaitu disiplin dan kasih, disiplin memerlukan ketegasan seorg pria/bapak, kasih memerlukan perhatian seorg ibu. Itulah sebabnya keluarga yg utuh adalah keluarga yg ayah dan ibunya berperan dg baik di posisinya masing-masing. 
Lemah lembut (prautes) mengandung makna tdk mendendam, tdk tawar hati dan menerima semuanya sbg jalan yg Tuhan tentukan (Ensiklopedia Alkitab). Bisa menerima keadaan dan keberadaan sesuatu sbg bagian dr rencana Tuhan tentu tdk mudah. Rasul Paulus sering mengalami penolakan, penderitaan oleh org-org yg memusuhinya, omongan-omongan negatif serta bnyk hal lainnya. Namun dia memilih bersikap sbg seorg ibu pengasuh, anak mgkin nakal tp msh ada harapan utk dididik dan berubah. 
Keegoisan akan membuat kita tdk boleh ‘disentuh’ org lain, tdk mau ditegur, tdk mau dinasehati, tdk mau mengaku salah dan memanipulasi keadaan utk menguntungkan diri sndri dan merugikan org lain. Bkn org lain tdk menyayangi kita, tp kitalah yg membuat org terhalang utk menyayangi kita. Bnyk org yg Tuhan tempatkan sbg bapa dan ibu rohani bagi kita, tp kita meremehkannya 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.