Orang Kedua 

DI 14092017 
Ester 10:3 

  • Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya. 

Dlm sebuah pertandingan atau kompetisi, menjd nomor 1 itulah segalanya, menjd no 2, 3 dstnya, tdklah bgtu membanggakan. Itulah penilaian bnyk org. 
Namun dlm kisah Alkitab, seringkali Tuhan hanya menempatkan seseorg di posisi nomor 2 atau 3 saja, spt Yusuf di Mesir, Daniel di Babel, Mordekhai di Media dan Persia, tetapi pengaruh mrka sangat luar biasa. Menjd nomor 2 pun pny pengaruh yg kuat. 
Mengapa tdk menjd nomor 1? Bisa saja Tuhan membuatnya jd kenyataan, tp seandainya terjd, bukankah justru nasib bangsa Israel bs menjd buruk krna dinilai sbg penjajah? Jd selalu ada alasan mengapa bukan menjd nomor 1. 
Ada baiknya menjd org nomor 2 spya tetap sadar bhw masih ada yg di atas        kita, masih ada org yg lebih berkuasa, lebih pintar, lebih pantas drpd kita, kalau tdk, kbnykan org akan lupa akan Tuhan, menyombongkan diri, menggunakan kekuasaan semena-mena hingga akhirnya justru menghancurkan hidupnya sndri di masa depan. Kekuasaan bs menjd alat bisa jg menjd penguasa atas hidup seseorg. Kekayaan bs berguna utk kehidupan, bs jg membuat kita diperbudak oleh uang. Semua bergantung pd bgmna kita menjalankan peran yg Tuhan percayakan dg segala fasilitas yg menyertainya. Kalau disalah gunakan justru bs menyeret kita dlm berbagai bnyk godaan, pencobaan dan dosa. 
Berambisi boleh saja tp jgn dikendalikan oleh ambisi yg liar. Berusaha dg keras itu baik tp bila sdh berhasil bkn utk disombongkan atau membalas dendam, tp gunakanlah utk hal-hal yg membangun, positif dan menjd berkat bagi bnyk org. Jika memang hanya menjd org nomor 2, bersyukurlah dan selalu rendah hati, ingatlah bhw Tuhanlah yg memberikan posisi itu pd kita, ada tanggung jawabnya 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.