Berani Mengatakan Firman 

DI 04102017 
Yeremia 26:24 

  • Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh. 

Yeremia sbg seorg nabi yg tugasnya menyampaikan pesan Firman Tuhan hrs mengatakan sesuai yg Tuhan pesankan, bisa saja isi pesannya ttg hal yg baik atau sebaliknya, isinya ttg hal yg buruk, tak boleh dikurangi atau dilebihkan. Tentu saja ada resiko yg hrs dia sadari, salah satunya org akan membunuhnya krna menganggap dia bernubuat palsu krna isi pesan Tuhan yg tdk berpihak pd penerimanya. 
Bgmna dg kita? Misalnya saja sewaktu berdoa, Tuhan bcra ttg seseorg dan menyuruh kita menyampaikan teguran dan peringatan Tuhan, apakah kita melakukannya? Mgkin kita berpikir hrs berhikmat menunggu wkt dan cara menyampaikannya, tp bgmna jika justru krna kita ragu-ragu, sblum kita menyampaikannya malah sdh terjd? Berhikmat tentu tdk boleh mengurangi atau menambahi pesan Tuhan, memperhalus kata-kata bs jd termasuk kategori mengurangi makna sbnarnya dr pesan Tuhan. Tak ada cara lain, hrs menyampaikan persis spt yg Tuhan firmankan, dan ini berisiko. 
Mgkin persahabatan kita bs terganggu karenanya, kita dituduh bernubuat palsu, bisa dihakimi tanpa menunggu benar atau tdknya terjd sesuai yg kita katakan, dsbnya. Mengapa tdk bnyk org yg spt Yeremia di zaman ini? Krna terlalu bnyk org yg tdk mengerti menghakimi org spt Yeremia sbg ‘paranormal’ atau terlalu ‘ngeroh’ shga org yg sbnarnya Tuhan percayakan tugas seorg nabi menjd takut dan memilih utk ‘cari aman’, jd jemaat biasa-biasa saja, akibatnya karunia yg dimilikinya menjd lumpuh bahkan mati. 
Kasus ttg nubuatan palsu inilah yg merusak pemikiran org bnyk ttg peran seorg nabi yg dipilih Tuhan. Semua dicurigai, memang segala sesuatu hrs diuji, tp kalau yg menguji bkn ahli di bidangnya, akuratkah hasil pengujiannya? Menguji mknan ini mengandung racun atau tdk, hrs diuji ke laboratorium, bkn diuji oleh seorg guru. 
Jgn takut menyampaikan pesan Tuhan 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.