Menjadi Rohani

DI 01112017 
Mazmur 66:13 

  • Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku, 

Melihat kehidupan raja Israel yg kedua yaitu raja Daud, mgkin kita berpikir Daud ini sbnarnya lebih suka jd raja atau ingin jd imam? Zaman skrg mgkin pertanyaannya menjd mau di sekuler atau rohaniwan? 
Pertanyaan spt itu sbnarnya keliru, krna spt kita hidup di dunia ini krna roh kita masih tinggal dlm tubuh jasmani kita. Begitu roh kita kembali pd Tuhan, tubuh jasmani kita mengalami kematian. Memisahkan sekuler dan kerohanian ibarat memisahkan tubuh dr roh. Mati. 
Profesi apapun kita, apakah itu dlm dunia sekuler (bisnis, pendidikan, kesehatan, kerja, dsbnya) bahkan seorg rohaniwanpun tetap membutuhkan kerohanian yg sehat dan terus bertumbuh menjd kesempurnaan. Profesi itulah ‘tubuh’, kerohanian itulah ‘roh’, jika keduanya dipisah, sesungguhnya hidup kita menuju pd ‘kematian’. 
Bbrpa org yg sukses dan sangat kaya sampai pd sebuah titik di mana mrka mempertanyakan utk apa semua yg mrka miliki? Mrka yg terbaring lemah krna sakit parah akan mengerti bhw ujung dr kehidupan di dunia adalah mempertanggung jwbkan hidup pd Tuhan, bknkah ini bagian dr kerohanian? 
Umur tdk bs kita tentukan sndri. Pertama pasti Tuhan yg tentukan, kedua, bergantung pd diri kita sndri, artinya menjaga kesehatan dan pola hidup sehat atau tdk, ketiga, krna perbuatan org lain atau bencana alam. Kalau hr ini kita msh sehat, bekerja, melayani Tuhan, bersekolah, dsbnya, jgn lupa utk membangun kerohanian kita. Jgn hidup kita menjd jenuh dan membosankan, kita butuh Tuhan dlm hidup kita. Sibuk itu ada baiknya, tp jgn sampai tdk ada wkt utk menguatkan kerohanian kita. Rekreasi itu baik tp roh kita jg perlu kesegaran, itu kita dptkan saat kita mengalami perjumpaan dg Tuhan. Seimbang antara rohani, jiwa dan jasmani, maka hidup kita menjd punya tujuan yg jelas dan memuliakan Tuhan. 
Jgn kita spt ‘mati selagi hidup’ 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.