Tidak Dipermalukan 

DI 21122017 
Yesaya 49:23 

  • Maka raja-raja akan menjadi pengasuhmu dan permaisuri-permaisuri mereka menjadi inangmu. Mereka akan sujud kepadamu dengan mukanya sampai ke tanah dan akan menjilat debu kakimu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu.” 

Bnyk org mempertanyakan sikap org Kristen dlm hal menantikan Tuhan. Mereka beralasan bknkah kita memiliki otak utk berpikir kemudian bertindak, jgn sampai terlambat segala sesuatunya. 
Sbg org percaya memang kita diberikan otak utk berpikir, dan memang hrs digunakan utk kehidupan sehari-hari. Beriman bkn berarti tdk pakai otak, tapi beriman itu lebih mempercayakan segala sesuatunya pd Tuhan drpd kemampuan otak kita. Otak kita punya kemampuan mengolah informasi dan berpikir serta memprediksi, namun otak kita tdk bs mengetahui dg pasti apa yg akan terjd nantinya. 
Bs diumpamakan spt sebuah peperangan, org yg berada di atas pegunungan bs lebih jelas melihat keadaan perang yg sdg terjd, sdgkan org yg berperang di bawah hanya mampu melihat sebatas mata memandang. Menang perang bkn hanya kekuatan pasukan, tp ditentukan jg oleh strategi yg jitu. Jd kita memang perlu Tuhan utk melihat segala sesuatunya lebih jelas. 
Menantikan Tuhan perlu kesabaran dan iman, hrs menahan diri utk bertindak sndri, dan Tuhan berjanji tdk akan mempermalukan org yg menantikan Dia. Jgn hiraukan perkataan org yg berusaha membuat kita tdk mengandalkan Tuhan, jgn panik tapi jadilah tenang. Tuhan pasti bertindak pd waktu-Nya yg tepat, tdk terlalu cepat dan tdk terlambat. Tetap percaya sekalipun blm melihat, Tuhan sdh punya rencana. Tak ada yg mustahil bagi Tuhan. 
Apapun yg sdg kita nantikan dr Tuhan, tetaplah setia, sabar dan tekun menantikan Tuhan. Perlu perjuangan utk mewujudkan janji Tuhan dlm kehidupan kita, tak ada yg tanpa proses, tetap pegang janji Tuhan, jgn digoyahkan oleh apapun jg. Jgn menjd lelah, tetap bersukacita 

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.