Jangan Berdosa Lagi

Yohanes 8:11 ILT3
Dan dia berkata, “Tidak ada seorang pun, ya Tuan.” Lalu YESHUA berkata kepadanya, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan janganlah berdosa lagi!”

Apa maksud perintah Yesus pd perempuan yg Dia bebaskan dr hukuman akibat dosa yg perempuan itu lakukan? Bukankah sangat sulit utk tdk berdosa lagi?

Kadang kita berpikir terlalu di permukaan tp kehilangan fokus yg ingin Tuhan sampaikan pd kita lewat sebuah peristiwa. Pada realita yg ada, tdk ada satu manusia pun yang tdk lagi berbuat dosa setelah diampuni Tuhan. Mgkin tdk mengulangi dosa yg sama, tetapi melakukan dosa jenis lain. Lalu apa maksud perkataan Yesus dlm ayat ini? Bukankah ini sama saja menyuruh kita melakukan hal yg di luar kemampuan kita? Kita kembali pada konteks kisah ini, dosa yg dilakukan adalah dosa zinah, jadi di sini kita dapat pengertian yg mudah: hukuman dosa zinah waktu saat itu adalah dirajam sampai mati, jadi jikalau perempuan ini kembali berbuat zinah, lalu tertangkap basah, maka pasti dia akan mati dirajam. Kali itu dia beruntung, dibawa pada Yesus dan tdk dihukum, di lain waktu pasti dia akan mati kalau ketahuan berzinah.

Sesuatu yg sebenarnya mudah kita pahami justru seringkali kita buat rumit, shga kita jd salah memahaminya. Penting utk tetap pd konteks kisah utk kita memahami pelajaran apa yg bisa kita dapati dr kisah dlm Alkitab. Hal yg bs kita pelajari ialah Tuhan tdk ingin kita trs melakukan dosa yg sama. Dia ingin kita menaklukkan keinginan untuk berbuat dosa, bkn malah menjd hamba dosa. Dosa tetaplah dosa di mata Tuhan, siapapun yg melakukannya pasti dihukum. Memang ada pengampunan dosa, tp itu bukan mengubah yg adalah dosa menjd bukan dosa. Dikasihi Tuhan bukan berarti bebas lakukan apapun, lakukan dosa lalu minta pengampunan, tapi mengulangi dosa lagi, ini namanya sesuatu yg mempermainkan kasih Tuhan, ingat bhw ada surga dan neraka, mau masuk yg mana, tergantung perbuatan kita, jgn heran kalau nantinya kita di tempat yg ‘berapi’.

Seriuslah kalau bertobat, jgn anggap murah pengampunan yg Tuhan berikan, tunjukkan buah dr pertobatan kita yaitu hidup berubah menuju kekudusan yg berkenan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.