Harus Berhikmat

DI 31012018

Pengkhotbah 10:10 KJV
If the iron be blunt, and he do not whet the edge, then must he put to more strength: but wisdom is profitable to direct.

  • Jika besi menjadi tumpul, dan dia tidak mengasah tepinya, kemudian dia harus menaruh lebih kekuatan: tetapi hikmat itu berguna untuk mengaturnya.

Spya mudah memahami ayat ini, kita coba utk memotong sesuatu dg pisau yg tumpul, mgkin masih bagus sekedar utk memotong kue, tp utk memotong daging yg tebal menjd sulit shga bnyk tenaga akhirnya yg kita keluarkan utk itu. Jika sebelumnya pisau itu kita asah, masa tajamnya pisau itu bs kita atur sebagaimana kita inginkan hasil potongan dagingnya, tdk perlu memotong dg tenaga yg besar.

Hikmat dlm ayat ini berasal dr kata ‘chokmâh’ yg diartikan sbg skillful (mahir/terampil), wisdom (hikmat), wisely (dg bijak) dan wit (akal/pengetahuan).

Keempat arti kata itu bisa kita simpulkan dg : milikilah pengetahuan yg diperlukan, dipraktekkan dan dilatih terus sehingga kita menjd mahir dan terampil, kemudian jadikan itu sbg hikmat dan gunakan dg bijak.

Org punya modal uang besar utk berbisnis hrs jg dilengkapi dg pengetahuan ttg bidang bisnis yg akan dijalani nantinya. Tdk cukup hanya menjd kaya, tp jadilah org kaya yg berhikmat, kalau jd org kaya yg bodoh, suatu saat kekayaannya bs tercuri oleh org yg licik. Tdk cukup punya gelar pendidikan yg tinggi tp tdk mampu mempraktekkan ilmunya dlm pekerjaan yg digeluti. Lebih baik org yg terampil drpd org yg tinggi pendidikannya tp ‘dungu’ dlm bekerja.

Kerja ‘cerdas’ lebih baik drpd kerja ‘keras’, bnyk org kehilangan waktu krna cuma bekerja keras, ibarat memotong dg pisau tumpul, keluar bnyk tenaga. Tak heran ada org yg mgkin kerjanya tdk terlalu keras tp dia punya bnyk waktu utk menikmati hidup, krna dia kerja cerdas.

Dlm dunia plynan jg kita hrs melayani dg cerdas. Dlm mengkonseling misalnya, kenali akar masalah dg tepat shga masalah org itu cepat bs diselesaikan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.