Terlalu Sombong

DI 02022018

Kejadian 4:23-24
Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;

  • sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.”

Di dunia ini bnyk kita temui org yg ‘songong’ atau bebal, sdh buat salah malah bangga dan tak merasa salah sama sekali. Kisah dlm ayat ini salah satu contohnya.

Lamekh itu cicit dr Kain, anak cucunya Kain, melakukan jg pembunuhan spt leluhurnya, tp justru kalimat yg diucapkannya menjd sebuah kesombongan yg sangat parah. Dosa membunuh zaman itu berlaku hukum ‘nyawa ganti nyawa’, jd ada kemungkinan si pembunuh bs saja dibunuh oleh org lain. Hal inilah yg ditakutkan Kain setelah membunuh adiknya, Habel, dan Tuhan menjamin nyawa Kain, dan akan menghukum 7x lebih berat bagi org yg membunuh Kain bila terjd (Kejadian 4:15).

Ungkapan Lamekh yg mengutip perkataan Tuhan pd Kain salah kaprah, dia menyombongkan diri dg berkata bhw jika yg membunuh Kain akan dibalas Tuhan 7x lipat, maka yg membunuh dirinya akan dibalas Tuhan 70x lipat. Dia merasa benar boleh membunuh org dan mengangkat dirinya sndri sbg org yg dilindungi Tuhan. Sdh salah, merasa dibela Tuhan.

Bknkah bnyk org yg spt Lamekh di sekitar kita? Tak merasa berdosa sdh menyakiti bnyk org dan malah berkoar-koar bhw Tuhan membela dia. Sptnya dia berkata Tuhan toleran dg dosa yg dilakukan dg alasan tertentu. Kain dihukum Tuhan, tp dilindungi nyawanya, itu kasih karunia Tuhan, tp Lamekh merasa yg dibuatnya itu benar dan Tuhan lebih sayang dia drpd terhadap leluhurnya, Kain. Kepekaan telah berbuat dosa telah menipis hari-hari ini.

Tuhan tdk membiarkan perbuatan dosa tanpa hukuman, Dia tdk bahagia ketika kita berbuat dosa. Jgn meremehkan pengampunan Tuhan dg berbuat dosa lagi dg dalih apapun.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.