Seumur Hidup

DI 05022018

1 Samuel 7:15

  • Samuel memerintah sebagai hakim atas orang Israel seumur hidupnya.

Kisah hidup Samuel sangat menarik diperhatikan detailnya, kali ini kita akan belajar ttg kesetiaan Samuel.

Darimana kita tahu seseorg itu setia? Sampai tua? Tidak, ternyata sampai org itu mati br bs diukur kesetiaan org itu. Kesetiaan Samuel terlihat dr ayat ini: dia dipercaya Tuhan memimpin bangsa Israel seumur hidupnya. Tak ada masa ‘pensiun’, selama dia hidup, dia berkomitmen utk setia menjalankan tugas.

Kesetiaan Samuel ternyata dihasilkan dr benih kesetiaan yg ditanamkan oleh ibunya yaitu Hana, Hana setia menepati nazar utk menyerahkan hidup Samuel sejak kecil pd Tuhan. Banyak org yg ‘kepepet’ menghadapi masalah, bernazar pd Tuhan spya Tuhan menolong, tp bgtu Tuhan telah menolong, dia lupa membayar nazarnya pd Tuhan. Ini sebuah ketdk setiaan.

Benih kesetiaan ini Samuel pelihara hingga akhir hidupnya, tdk mudah bahkan mgkin justru membuat hidupnya kerepotan krna hrs menghadapi satu bangsa org Israel pd waktu itu. Kita saja terkadang pusing menghadapi puluhan karyawan yg kita punya, ini justru 1 bangsa yg entah brp jumlahnya wkt itu. Kesetiaan itu bkn otomatis ada dlm diri seseorg. Kesetiaan kadang diperhadapkan dg kelemahan, kemustahilan, kerepotan, ketdk sukaan, godaan, kedagingan, dsbnya. Samuel berhasil melewati semuanya dan Tuhan mempercayakan jabatan hakim itu seumur hidupnya.

Jadilah setia jika kita ingin menyenangkan hati Tuhan, Dia sangat menghargai kesetiaan yg kita tunjukkan. Apa gunanya org hebat tp tdk setia? Pengkhianat biasanya org yg justru ‘hebat’, krna kehebatannya, dia berpikir buat apa setia pd atasannya, hingga akhirnya dia ingin menjd atasan, bknkah ini sama spt yg iblis pikirkan, dia ingin menjd Tuhan dan Tuhan justru hrs menyembahnya.

Jadilah setia seumur hidup kita, kerjakan dg baik apa yg Tuhan percayakan, jgn andalkan kemampuan sndri, jgn tergoda dan jd pemberontak. Jadikan Tuhan yg terutama

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.