DI 12022018
Lukas 17:3 KJV
Take heed to yourselves: If thy brother trespass against thee, rebuke him; and if he repent, forgive him.
- Simaklah dirimu sendiri: Jika saudaramu berdosa terhadapmu, tegurlah dia; dan jika dia bertobat, ampunilah dia.
Tentu kita berharap org lain tdk berlaku buruk terhadap kita, apalg melakukan perbuatan dosa terhadap kita, tp seringkali justru itu terjd terhadap kita, apa reaksi yg benar?
Terjemahan LAI krg tepat, krna hanya menulis: jika sdrmu berbuat dosa, jd bs saja berarti menangkap basah org lain berbuat dosa, tp dlm terjemahan sbnarnya lebih detail: jika sdrmu berdosa terhadapmu, jd ini antara kita dg org itu. Ayat ini adalah pengajaran Tuhan Yesus sndri, jd tak perlu ragu bgmna hasilnya jika dipraktekkan.
Kata ‘take heed’ dlm bhsa aslinya adalah ‘ prosechō’ yg artinya ‘to hold the main’ yaitu kuasai pikiran. Biasanya yg muncul pertama adalah reaksi emosi, mgkin sebentar msh sabar, terlalu lama ya habis kesabaran, kemudian mulailah kehilangan kendali diri. Tuhan Yesus mau spya saat org lain berbuat dosa terhadap kita, kita tetap menguasai pikiran kita, jgn terseret emosi. Mengapa bkn menjaga hati? Krna pengendalian diri itu bermula dr pikiran, hati hanya membantu menyadarkan jika pikiran mulai tdk lg kita gunakan.
Setelah menguasai pikiran, hal berikutnya adalah tegur dia sbg seorg sdr, bkn sbg musuh. Tentu ini berlawanan dg sifat manusiawi kita, tp itulah Firman Tuhan, melampaui logika. Jd reaksi kita bkn dikuasai amarah, tp tegur org itu, spya jika dia sadar, dia bs bertobat. Jd dlm pertengkaranpun, Tuhan menginginkan adanya pertobatan dr pihak yg melakukan dosa. Kenyataannya jarang org mempraktekkan ayat ini, justru yg ada adalah saling balas hingga akhirnya terjadilah hal yg tdk diinginkan.
Kalau demikian, bila ada org yg sampai kepahitan, yg salah adalah org itu sndri, dia membiarkan dirinya dimasuki hal-hal yg membuat hati pahit, tubuh terkena penyakit