Harus Adil

DI 02032018

Imamat 19:15 KJV
Ye shall do no unrighteousness in judgment: thou shalt not respect the person of the poor, nor honour the person of the mighty: but in righteousness shalt thou judge thy neighbour.

  • Kamu harus melakukan bukan yang tidak benar di dalam penghakiman: kamu harus tidak menghargai orang miskin, juga tidak menghormati orang yang berkuasa: tapi di dalam kebenaran harus kamu mengadili saudara-saudaramu.

Manusia selalu dipengaruhi perasaannya, ini yg justru sering membuat justru tertipu oleh liciknya org yg pandai bersandiwara.

Kalau ada pria dan wanita yg bertengkar sengit, pasti bnyk org yg berpikir si wanita adalah korbannya dan si pria yg hrs ‘gentle’ minta maaf. Pdhal mgkin saja si wanita ini punya niat jahat, misalnya si wanita ini ternyata seorg pencuri handphone, dan krna dikerumuni org bnyk, dia bersandiwara sbg korban penjambretan, massa biasanya lgsg percaya dan menggebuki si pria yg ternyata dialah korbannya.

Org yg miskin tdk selalu benar, org yg kaya dan berkuasa jg tdk selalu salah. Jd tdk boleh main perasaan saja dlm menentukan siapa benar dan siapa yg salah. Bisa saja yg salah bgtu ‘ngotot’ teriak-teriak spya terlihat sbg korban ‘bully’ atau pihak yg ‘dizholimi’. Dlm mengadili, hrs mengabaikan perasaan dan mengutamakan prinsip keadilan.

Bertindak adil memang tdk mudah, apalg kalau ternyata yg salah adalah anggota keluarga kita. Pertentangan hati nurani dg rasa ingin membela menjadikan seseorg bs saja membenarkan pihak yg salah dan menyalahkan pihak yg benar. Kalau kita pernah menonton film seri ‘Judge Bao’, seorg hakim yg pernah hidup di Tiongkok dan dibuat film, bnyk episode di mana justru kerabat beliau bahkan pangeran kerajaan yg dihukum pancung krna kesalahan besar. Ini hanya gambaran saja bgmna mengadili dg seadil-adilnya.

Dlm keluargapun kita hrs adil jg, tdk mudah utk memilih antara org tua atau pasangan kita ketika salah satunya berbuat kesalahan dan ketahuan salahnya. Adillah

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.