Menasehati Tuhan

DI 07032018

Lukas 9:12

  • Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”

Fakta yg ada memang ribuan org sdh kelaparan krna mrka mencari Yesus dan mendengar pengajaran-Nya, di saat spt itu memang logika manusia lebih dominan, mrka sebaiknya pulang.

Ketika Tuhan ada dlm sebuah situasi, apa yg manusia bs pikirkan tdk akan pernah bs menyamai pikiran Tuhan. Para murid ‘menasehati’ Yesus spya menyuruh ribuan org itu pulang saja atau mencari mkn sndri. Nasehat yg sbnarnya bentuk dr kebingungan, tdk mau repot-repot mengurusi perut ribuan org yg sdg kelaparan. Untunglah Yesus sabar menanggapi nasehat yg salah itu.

Dlm situasi panik, kita cenderung berpikir keras bgmna solusi dan jalan keluar yg hrs kita temukan spya keluar dr situasi yg rumit. Yg kita pikirkan cenderung kita anggap itu yg terbaik dan kita ajukan pd Tuhan spya disetujui. Layakkah kita menasehati Tuhan? Kita sering lupa bhw Tuhanlah yg tahu persis solusi dr semuanya.

Di samping kita menggunakan pikiran kita, jgn kita lupa menguatkan iman kita. Krna Tuhan sanggup melakukan jauh lebih besar dr yg dpt kita pikirkan dan lakukan, ada dasar bagi kita utk percaya dan bertindak berdasarkan iman. Taatlah ketika Tuhan berkata dan menyuruh kita melakukan sesuatu, walau tdk masuk akal kita. Bagian Tuhan adalah bertindak melalui kuasa dan kesanggupan-Nya. Hasil dr tindakan iman kita itu 100% ditentukan oleh Tuhan.

Bertindak atas dasar kepanikan tdk pernah menghasilkan penyelesaian masalah, yg ada justru bs memperburuk keadaan dan menyeret kita masuk dlm situasi yg lebih buruk drpd sblumnya. Ambillah wkt utk berdoa dan bertanya pd Tuhan, dengar suara Tuhan dan percaya, jgn ragu dan kuatkan hati kita. Jgn nasehati Tuhan, kitalah yg hrs menerima nasehat-Nya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.