Berpihak Yang Benar

DI 24032018

Yosua 6:25

  • Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho.

Rahab seorg pelacur di Yerikho, menolong pengintai Israel ketika dicari utk ditangkap, pd akhirnya dia dan seisi keluarganya selamat dr penghancuran kota Yerikho.

Bagi org Yerikho sndri, tindakan Rahab dianggap sbg pengkhianat, menolong musuh utk menghancurkan bangsa sndri. Namun pilihan Rahab kali ini sangat tepat, dia memikirkan nasib keluarganya. Meskipun dia seorg perempuan sundal, dia menyayangi keluarganya.

Rahab kemudian menikah dg Salmon, melahirkan Boas yg kita kenal dia menikahi Rut, menantu Naomi, Boas adalah kakek buyut dr Daud, karena ayah Daud adalah cucu dr Boas.

Rahab akhirnya menikah, tdk lg menjd perempuan sundal. Pilihannya berpihak pd Israel bkn hanya menyelamatkan nyawa seisi keluarganya, tp jg merubah jalan hidupnya menjd perempuan baik-baik. Ini jg gambaran hidup kita, dulu kita adalah hamba dosa, oleh pengorbanan Kristus, kita ditebus dan diselamatkan. Status kita menjd org yg mulia, krna kita menjd pengikut Kristus. Memang hrs berani dicap sbg ‘pengkhianat’ atau org yg berani melawan arus yg menuju kebinasaan, yg penting kita diselamatkan dan mengalami perubahan hidup. Mgkin kita akan kehilangan bnyk teman dan hal-hal lainnya, namun itu lebih baik, krna kita mendptkan keselamatan dlm Tuhan.

Jgn ikuti gaya hidup duniawi yg pd akhirnya akan merusak kehidupan kita. Berbaliklah ketika kita sadar bhw yg kita lakukan selama ini ternyata salah. Jgn biarkan hidup kita menuju kehancuran dan kebinasaan, ada pemulihan di dlm Tuhan, asalkan kita mau bertobat dan meninggalkan semua yg najis, kotor dan penuh dosa. Tentukan arah kekekalan kita nanti, ke arah surga atau neraka, jgn salah melangkah

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.