DI 27042018
Amsal 25:17 KJV
Withdraw thy foot from thy neighbour’s house; lest he be weary of thee, and so hate thee.
- Undurkan kakimu dari rumah sesamamu; jangan sampai dia menjadi lelah olehmu, dan oleh sebab itu membenci kamu.
Dlm hal bertamu atau berkunjung ke rumah siapapun hendaknya kita tahu etika dan sopan santun, salah satunya mengenai brp lama kita berkunjung dan kpn tahu waktunya utk pulang.
Walaupun tuan rumah sering berkata: “Anggaplah spt di rumah sendiri, ya.” namun bkn berarti kita jd tamu yg tdk tahu diri. Ayat ini mengajar utk membaca ‘tanda’ yg tuan rumah tunjukkan bhw dia ingin kita segera pulang, bkn mengusir, tp krna mgkin ada hal lain yg tuan rumah ingin lakukan.
Tuan rumah yg sdh lelah biasanya terlihat dr sikapnya dlm meladeni kita, misalkan mulai agak terdiam, menguap, menggunakan bhsa tubuh yg menandakan dia mulai lelah, dsbnya. Sbg tamu, bila kita mulai melihat tanda-tanda yg ditunjukkan tuan rumah, segera ‘undur diri’ alias pulang. Sangat tdk enak hati membuat tuan rumah justru repot dg kedatangan kita, atau mengganggu aktifitas yg sdg dia lakukan. Jgn sampai justru kedatangan kita pd hari-hari berikutnya jd beban dan tdk diinginkan krna pengalaman kunjungan sblumnya.
Brpa durasi waktu yg ideal utk bertamu? Tdk ada patokan khusus, tp sebaiknya ‘to the point’ saja, tdk bertele-tele atau basa basi. Kalau sekedar ingin santai, tergantung situasi, kalau tuan rumah jg nyaman dg kedatangan kita, mgkin durasinya bs lama. Jd sebaiknya sblum bertamu, kita infokan rencana kita dtg bertamu dan cocokkan dg jadwal kegiatan tuan rumah, lebih baik jika disepakati waktunya, misalkan dr jam sekian sampai jam sekian. Hargai wkt org lain yg mrka berikan utk kita, jgn sia-siakan. Beritahukan jika ternyata batal bertamu, jgn sampai tuan rumah menunggu dan pd akhirnya kecewa dg kita.
Biarlah kunjungan kita menjd kunjungan yg berharga bagi tuan rumah, bahkan kunjungan yg diinginkan dan ditunggu-tunggu