Pikiran Iblis

DI 16042018

2 Korintus 2:11 KJV
Lest Satan should get an advantage of us: for we are not ignorant of his devices.

  • Jangan sampai iblis dapat mengambil keuntungan dari kita: karena kita tidak dungu atas pikirannya.

Seumpama ada 3 org perampok yg berebut memiliki harta hasil rampokan bersama, 1 org berusaha mengadu domba 2 perampok lainnya utk saling membunuh, hingga akhirnya si perampok ini berhasil memiliki hasil rampokan mrka tanpa perlu bersusah payah, dia menggunakan strategi yg tepat tapi licik.

Kita hrs waspada akan keadaan yg sdg kita alami, mgkin timbul niat jahat, mgkin salah paham, kita difitnah, dsbnya, jgn sampai ada sesuatu yg membuat iblis dpt mengambil keuntungan dr kita tanpa perlu dia langsung terlibat dlm situasi itu. Seringkali tanpa sadar kita membuka ‘pintu’ bagi iblis utk terlibat dlm situasi yg kita hadapi, biasaya dimulai dr pikiran yg keliru.

Apa yg iblis pikirkan tentunya hal yg tdk baik utk kita, walaupun sptnya manusiawi. Misalkan dlm hal mendendam, scra manusiawi itu wajar, maka iblis mulai memanas-manasi hati dan pikiran manusia spya makin membesarkan dendamnya. Ketika dendam mulai menguasai hati dan pikiran, di situlah iblis mendpt keuntungan: ada org yg bisa dia perdaya utk hidup dlm kepahitan, dendam yg membara, hingga bs saja berakhir dg saling bunuh.

Perpecahan menjd celah bagi iblis utk merusak bnyk hubungan. Dimulai dr perbedaan ide, pendapat, dll, bisa timbul fitnah yg keji, tdk menundukkan diri, bersaing tdk scra sehat, menjelek-jelekkan satu sama lain hingga muncullah kebencian yg dlm terhadap satu sama lainnya. Terlalu bangga terhadap kelompok atau kepribadiannya, membuat seseorg mulai mengelompokkan org lain berdasarkan harta dan status sosialnya. Tentu ini bs berujung pd pembunuhan karakter org lain.

Mulailah jd pribadi yg mudah utk mengampuni dan meredakan situasi yg bs mengarah pd hal yg buruk. Pahami bhw normalnya kita semua ingin hidup rukun dan damai dg semua org

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.