DI 20042018
1 Tawarikh 10:13-14
Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah,
- dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.
Saul adalah tipe pemimpin yg saya nilai sbg seorg yg ‘jatuh’ krna org lain walaupun sbnarnya dia jg berdosa pd Tuhan shga Tuhan membunuhnya di medan peperangan.
Tdk pernah Saul menginginkan kedudukan sbg raja Israel, krna sbnarnya Tuhan lebih memilih para nabi menjd hakim bagi bangsa Israel. Krna org Israel mendesak Samuel meminta struktur pemerintahan diubah menjd kerajaan, maka Tuhan memilih Saul menjd raja yg pertama bagi Israel. Saul jd raja krna bangsanya ingin memiliki raja.
Seandainya bangsa Israel tdk mendesak Samuel, mgkin sejarah hidup Saul menjd sangat berbeda, dia hanya jd org biasa-biasa saja, dan mgkin saja dia mati dlm damai, tdk mati mengenaskan. Saul berdosa krna takut kehilangan dukungan rakyat, shga dia lebih menuruti keinginan rakyat drpd perintah Tuhan. Ada pengaruh rakyat bangsa Israel yg membuat sejarah hidup Saul tdk dlm masa keemasan, suram.
Mgkin ada di antara kita yg spt Saul, tdk menginginkan suatu kedudukan atau posisi tp krna desakan org lain akhirnya kita ‘terpaksa’ menerimanya. Ada tanggung jwb besar, ada jg penghormatan yg kita trma. Namun jgnlah kita spt Saul yg takut kehilangan jabatan, shga dia melakukan cara-cara keji dan melanggar Firman Tuhan. Demi menyenangkan org yg mendukung kita, demi tdk kehilangan posisi, seseorg bs berbuat nekad dan tdk berpikir panjang.
Sbnarnya Saul adalah pilihan Tuhan, namun Saul gagal memelihara kepercayaan yg Tuhan berikan kepadanya. Dia tdk lg setia, bahkan mempraktekkan okultisme yg tentu saja membuat Tuhan kecewa dan murka hingga akhirnya Tuhan membunuh Saul. Tdk ada pertobatan yg Saul tunjukkan hingga akhir hidupnya