Menyimpan ke Dalam Hati

DI 25042018

1 Samuel 21:12 KJV
And David laid up these words in his heart, and was sore afraid of Achish the king of Gath.

  • Dan Daud menyimpan perkataan-perkataan itu di dalam hatinya, dan dengan cepat takut pada Akhis, raja Gat

Mendengar apa kata org bs sangat membuat seseorg stress berlebihan, pdhal org itu sbnarnya sangat hebat.

Ada 2 contoh tokoh dlm Alkitab yg menceritakan sisi lain dr seorg pahlawan, org yg gagah perkasa tp takluk oleh ucapan serta ancaman. Dlm kisah ini Daud merasa takut pd raja Gat yaitu Akhis, ketika dia dikenali sbg Daud yg sukses mengalahkan Goliat, hingga akhirnya Daud terpaksa berpura-pura gila spya tdk dikenali dan lolos dr rencana jahat terhadap dirinya.

Kemudian nabi Elia jg pernah takluk oleh ancaman dr Izebel, permaisuri raja Ahab, pdhal baru saja ia membunuh ratusan nabi-nabi baal. Blm berhadapan tp sdh lari duluan. Apa yg menyebabkan mrka menjd ketakutan pdhal mrka org pemberani? Ayat ini mengatakan bhw krna memasukkan perkataan org dlm hati.

Ini bkn ttg org sensitif yg sedikit-sedikit terbawa perasaan krna memasukkan segala hal dlm hatinya, tp ini ttg mulai timbulnya keraguan ttg Tuhan. Daud yg dulu sangat yakin akan penyertaan Tuhan, mengalami ancaman pembunuhan dan sptnya Tuhan ‘membiarkan’ semuanya terjd, Daud mrsa ditinggalkan Tuhan.

Sbrpa sering kita merasa ditinggalkan Tuhan? Mengapa Tuhan diam ketika kita ada dlm kekelaman, mengalami tragedi hingga mgkin ancaman pembunuhan? Pdhal dulu penyertaan Tuhan sangat nyata, doa slalu dijwb cepat, minta sesuatu Tuhan berikan, bisnis meningkat pesat, dsbnya, lalu mengapa tiba-tiba semua merosot? Keraguan akan Tuhan menjd akar dr ketakutan yg muncul dlm hidup kita. Merasa hrs menghadapi sndrian, tdk ada pertolongan, dan mgkin berpikir lebih baik mati saja.

Tuhan tak pernah meninggalkan kita, Dia masukkan kita dlm proses pendewasaan spya kita pny karakter yg kuat, iman yg teguh dan hati yg tdk tawar. Proses kesendirian

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.