Upah Kesetiaan

DI 31052018

Yeremia 39:11-12
Mengenai Yeremia, Nebukadnezar, raja Babel, telah memberi perintah dengan perantaraan Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, bunyinya:

  • “Bawalah dan perhatikanlah dia, janganlah apa-apakan dia, melainkan haruslah kaulakukan kepadanya sesuai dengan permintaannya kepadamu!”

Menjd nabi Tuhan pd zaman itu memang besar resikonya, terutama dlm hal pesan Tuhan yg disampaikan, bila pesan-Nya yg bagus-bagus pasti diaminkan, tp bila pesan-Nya ttg hukuman Tuhan dan kehancuran, kalau raja saat itu tdk suka mendengarnya, nabi itu bs dipenjarakan bahkan dihukum mati. Itulah sebabnya ada saja nabi palsu yg muncul, selalu membw ‘pesan’ yg baik yg sebenarnya karangannya sndri.

Tuhan sdh memberitahukan bhw Yerusalem akan runtuh oleh Babel, sbg nabi Tuhan tentunya pesan Tuhan yg disampaikan hrs apa adanya, tdk ditambahi atau dikurangi. Kemudian karena hasutan bbrpa pihak, Yeremia dihukum dg dimasukkan ke dlm sumur berlumpur, namun pd akhirnya dia dibebaskan. Pembelaan Tuhan atas Yeremia adalah upah dr kesetiaan Yeremia menjalankan tugasnya sbg seorg nabi.

Bgmna dg kita? Apakah kita masih menyampaikan ‘pesan’ Tuhan dg apa adanya? Ini bs berupa pesan Tuhan yg diberitakan para pengkhotbah, pesan Tuhan yg Dia berikan pd kita utk menegur kesalahan seseorg, dsbnya. Resikonya mgkin kita tdk disukai org, ditolak atau mgkin diancam, apakah kita masih setia?

Yeremia tdk ikut dlm pembuangan ke Babel, dia tinggal bersama org-org yg sengaja ditinggalkan, dia tdk mengalami perbudakan, bahkan raja Babel berpesan spya apa yg dikatakan oleh Yeremia agar dilakukan (Yeremia 39:12). Walaupun dia melihat kotanya hancur, tp nyawanya selamat. Pembelaan Tuhan itu adil, siapa yg setia layak menerima upah dr kesetiaannya. Demikian jg berlaku pd kita, jika kita tetap setia hidup sesuai dg Firman Tuhan maka kitapun akan menerima upah kesetiaan kita. Mgkin itu berupa terobosan, berkat, kesembuhan, kebahagiaan, kekayaan, kehormatan, dsbnya

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.