DI 04062018
Kejadian 23:18
- diserahkan kepada Abraham menjadi tanah belian, di depan mata bani Het itu, di depan semua orang yang datang di pintu gerbang kota.
Sara, isteri Abraham meninggal di usia 127 tahun, kemudian Abraham ingin membeli sebuah ladang di tanah milik bani Het utk menguburkan Sara isterinya di gua yg ada disana.
Mengapa Abraham ‘ngotot’ atau bersikeras utk membeli ladang, pdhal bani Het dg suka hati membiarkan seandainya Abraham menggunakan ladang mrka tanpa perlu membelinya? Mgkin ada yg berpikir: “Jangan tolak berkat dr org yg ingin memberkati kita.” Hrsnya Abraham terima saja niat baik bani Het.
Abraham berpikir panjang jauh ke masa dpn, bani Het yg ada skrg memang hidup berdamai dg Abraham, tp blm tentu keturunan mrka jg hidup berdamai, jika terjd sesuatu, bgmna nasib kuburan Sara? Jika hak milik ttg ladang di mana Sara dikubur tetap pd bani Het, tentu bs terjd hal yg tdk diinginkan.
Berpikir jauh ke masa depan, itu yg hrs kita lakukan, sebagian org menyiapkan harta kekayaan utk ‘7 turunan’ krna ingin keturunan mrka tdk hidup susah. Ada jg yg berfokus pd pembentukan karakter anak selagi dini, spya sewaktu dewasa nanti si anak memiliki karakter yg baik. Apa yg sdg kita siapkan utk masa dpn kita? Spt Abraham, ada bbrpa hal yg hrs secara legal kita miliki, jg dlm hal kerohanian kita.
Keselamatan dr Tuhan itu sebuah anugerah, pemberian yg diberikan krna kita bertobat. Tp keselamatan di awal pertobatan hanyalah sebuah awal dr keselamatan seutuhnya, krna keselamatan yg utuh memastikan nama kita tertulis dlm Buku Kehidupan dan pasti masuk surga. Tdk semua org Kristen masuk surga, artinya org yg menerima keselamatan yg awal blm tentu masuk surga.
Baptisan itu bukti pertobatan, bkn sesuatu yg membuat kita pasti masuk surga. Ini yg hrs kita pahami betul, shga setelah dibaptis, kita tdk main-main dlm hidup ini, justru hrs semakin giat mengerjakan keselamatan awal yg kita miliki. Hrs miliki keselamatan utuh