DI 16062018
Amsal 19:4 KJV
Wealth maketh many friends; but the poor is separated from his neighbour
- Kekayaan membuat banyak teman; tapi orang miskin terpisah dari sesamanya.
Amsal ini ditulis oleh Salomo, raja Israel sekaligus org paling berhikmat di zamannya. Hasil pengamatannya sbg seorg manusia adalah bhw kekayaan bs menjd alasan seseorg mau berteman atau tdk dg sesamanya.
Punya teman yg kaya tentu menyenangkan, bs jalan-jalan bareng, makan-makan di tempat yg harganya mahal dan yg pastinya bebas dr masalah pinjam meminjam uang. Jika beruntung maka bs menjd rekanan bisnis yg baik. Kalau punya teman yg miskin, rentan dg masalah pinjam meminjam uang.
Tapi Salomo hanya berkata bhw kekayaan itu cuma bs memperbanyak teman, artinya mempermudah kita berkenalan dg org dr golongan ekonomi apa saja, namun masalah apakah teman kita yg bnyk itu adalah teman yg baik dan setia, itu tdk ditentukan oleh kekayaan yg kita miliki. Tdk semua teman kita yg kaya itu adalah teman yg baik, malah mgkin teman dr kalangah menengah ke bawah justru mrka ternyata teman yg baik dan setia.
Istilah ‘teman makan teman’ menjd sebuah realita kehidupan. Ini tak ada kaitan dg miskin atau kaya, tp berhubungan dg karakter dan motivasi di balik pertemanan itu. Teman yg kelihatannya baik, suka memuji, terlihat ramah, bs saja suatu saat ketahuan punya niat jahat merusak nama baik, keluarga, bahkan bisnis kita. Perselingkuhan tak jarang terjd justru melibatkan teman-teman kita. Hrs teliti dan pandai menilai integritas seseorg sblum kita membangun pertemanan yg lebih dekat. Salah bergaul maka bs merusak hidup kita. Jgn mudah percaya tp jg jgn berburuk sangka atau curiga. Jalani pertemanan dg normal, di situlah kita bs menilai karakter dan kepribadian org itu.
Berteman jgn lihat dr kaya atau miskinnya, tp dari baik atau jahat hatinya. Kita tdk bs melihat isi hati org lain, namun Tuhan bs melihatnya. Libatkan Tuhan dlm pertemanan kita dg sesama