DI 20062018
Yosua 1:9 KJV
Have not I commanded thee? Be strong and of a good courage; be not afraid, neither be thou dismayed: for the LORD thy God is with thee whithersoever thou goest.
- Bukankah Aku telah perintahkan kamu? Jadilah kuat dan teguh hatimu, jangan takut, juga kaget: karena Tuhanmu menyertaimu kemanapun engkau pergi.
Terjemahan ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’ memang kurang tepat, seakan-akan semua cuma urusan hati, tp dlm ayat ini bukan cuma soal hati saja, tp fisik dan mental.
Pesan Tuhan utk Yosua sblm menduduki Tanah Perjanjian adalah ‘jadilah kuat’. Dalam bahasa aslinya yaitu ‘châzaq’ mengandung arti jadilah kuat, hebat, berbobot dan menang. Tentu spya bs menang menaklukkan bangsa-bangsa di Kanaan perlu fisik yg kuat, perlu mental pemenang dan jg ditakuti musuh. Ini bkn peperangan rohani saja, tp jg peperangan fisik yg nyata, tdk cukup dg doa, tp berjuang dlm kenyataan.
Kemudian memiliki keteguhan hati, dlm bahasa aslinya adalah ‘âmats’ yg berarti menjd waspada, berani, gagah, menstabilkan. Sbg pemimpin hrs berani dan tdk mudah menyerah melihat situasi apapun yg sdg terjd, mental pemimpin adalah ‘roh’ bagi pasukan yg dipimpinnya. Pemimpin hrs punya kewaspadaan shga tdk bs ditipu dan memutuskan sesuatu yg salah. Yosua pernah kecolongan oleh akal org-org Gibeon shga Yosua tdk bs membinasakan mrka (Yosua 9).
Perintah selanjutnya adalah spya Yosua jgn kaget dg kenyataan yg ada. Adanya penyertaan Tuhan bkn berarti semuanya mudah, lancar, tdk ada hambatan yg berarti. Kalau sampai Tuhan hrs menyertai berarti ada hal yg di luar batas kemampuan manusia utk melakukannya. Misalnya, jika sampai Kapolri turun tangan langsung atas sebuah kejadian, berarti level kejadian itu luar biasa, kalau cuma kejadian biasa saja, cukup level Kapolres setempat yg menangani. Kalau Tuhan menyertai kita, jgn kaget kalau yg kita hadapi bs membuat kita kaget, shock bahkan stress berat. Ini alasan mengapa kita butuh Tuhan