DI 07072018
Lukas 18:18, 23
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
- Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
Seorg penguasa/pemimpin yg masih muda dtg pd Yesus menanyakan ttg bagaimana bs memiliki hidup yg kekal, dan jwban yg Yesus berikan ternyata membuatnya ada dlm dilema yg dlm.
Pemimpin muda ini terlihat memiliki moral yg cukup baik, dia tdk melanggar hukum Taurat, nyaris sempurna di hadapan Tuhan, sampai ketika Yesus menawarkan sesuatu yg Dia inginkan, pemimpin muda ini tdk dpt memenuhinya dan pergi meninggalkan Yesus dg sedih hati. Rupanya org ini hatinya melekat pd harta dan jabatan, shga permintaan Yesus utk dia menjual hartanya, membagikannya pd org miskin, kemudian mengikuti Yesus, tdk dpt dilakukannya. Apakah pd akhirnya pemimpin muda ini melakukan perkataan Yesus atau tdk, tdk dikisahkan dlm Alkitab.
Org tdk percaya Tuhan bs punya moral yg baik, krna mgkin budaya di mana dia hidup jg mengatur gaya hidup dlm komunitasnya. Misalnya perintah jgn mencuri, ada dlm semua agama dan budaya. Org yg beragamapun blm tentu memiliki moral yg baik, buktinya dlm penjara saja penuh dg org yg beragama. Bagi Tuhan moral saja blm cukup, tp hrs memiliki kasih Tuhan dlm diri setiap umat Tuhan. Tanpa kasih maka moral sekedar membuat org berkelakuan baik, tp ttg hidup kekal di surga bkn ditentukan oleh kelakuan baik manusia, tp ditentukan oleh Tuhan sndri. Kalau kita tdk punya hubungan baik dg Tuhan, bohong kalau kita berkata bhw kita mengasihi Tuhan. Kalau mengasihi Tuhan pasti kita menuruti perintah-Nya. Hukum Tuhan jg mengandung nilai moral yg baik dan luhur, jd bkn hanya membuat kita pny moral yg baik, tp jg kasih Tuhan berdiam dlm diri kita.
Jgn cuma jd org yg beragama, tp jadilah org yg ber-Tuhan dlm hidup, jgn bangga dipuji org lain, banggalah ketika Tuhan menyatakan perkenanan-Nya atas kita.