DI 12072018
1 Samuel 4:4
- Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian itu.
Bangsa Israel sdg berperang melawan bangsa Filistin, dan mereka membuat sebuah kesalahan besar yaitu membw Tabut Perjanjian ke medan perang dg harapan beroleh kemenangan, tapi nyatanya mrka kalah dan Tabut Perjanjian dirampas.
Tabut Perjanjian merupakan lambang kemuliaan Tuhan dinyatakan dan dari situlah Tuhan menyampaikan pesan-Nya pd Imam Besar. Namun bangsa Israel saat itu menyalahgunakannya dg menganggapnya spt ‘jimat’, mrka malah tdk berseru pd Tuhan minta kemenangan. Zaman itu moral para pelayan Bait Suci sangatlah bobrok. Anak-anak Imam Eli yakni Hofni dan Pinehas melakukan yg jahat di mata Tuhan.
Ada hukum ttg perang yg Tuhan berikan pd bangsa Israel (Ulangan 20), dlm peperangan kali ini kondisi Hofni dan Pinehas tdk dlm keadaan kudus, melanggar kekudusan Tuhan shga Tuhan tdk ada di antara bangsa Israel, itulah sebabnya mrka kalah melawan bangsa Filistin saat itu.
Ini pelajaran penting bagi kita: jangan campurkan kekudusan dg dosa dlm hidup kita, spt Tabut Perjanjian dg Hofni dan Pinehas saat itu. Di gereja kelihatan kudus, di luar gereja bnyk melakukan dosa. Spt warna abu-abu, putih bukan dan hitam jg bukan. Percaya Tuhan Yesus tp masih simpan jimat. Mengandalkan Tuhan tp bersandar pd harta, suam-suam kuku, panas tdk, dingin jg tdk. Jgn salahkan Tuhan jika nantinya hidup kita mengalami kekalahan demi kekalahan melawan dosa dan godaan duniawi.
Kalau benar sbg Kristen, berkomitmenlah hidup kudus bagi Tuhan, jgn kompromi dg dosa dan iblis. Jgn tanggung-tanggung dan setengah-setengah, hidup kita nanti spt kapal yg terombang ambing oleh badai di lautan, tdk ada damai sejahtera dan kehilangan keselamatan dr Tuhan. Berimanlah hanya pd Tuhan, jgn mendua hati, jgn ragu