Ternyata Buta

DI 14072018

Matius 15:14 KJV
Let them alone: they be blind leaders of the blind. And if the blind lead the blind, both shall fall into the ditch.

  • Biarkanlah mereka sendiri, mereka menjadi pemimpin buta dari para orang buta. Dan jika orang buta memimpin orang buta lainnya, keduanya akan jatuh ke dalam lobang.

Ayat ini adalah gambaran Yesus ttg golongan org Farisi. Satu golongan religius dalam Yudaisme. Mereka memperjuangkan pengetahuan yang mendasar tentang Hukum Taurat dan tradisi nenek moyang agama Yahudi. Mereka menuntut penafsiran yang paling keras, terutama tentang soal-soal yang berhubungan dengan Sabat, kebersihan/kekudusan, dan yang berkaitan dengan soal persepuluhan. Pertanyaan menariknya adalah bgmna mgkin org yg tahu detail ttg Taurat dan tradisi nenek moyang malah disebut sbg golongan org ‘buta’?

Setiap org dilahirkan dg memiliki mata, tp ada sebagian org yg matanya mengalami gagal fungsi, shga matanya menjd buta, tdk bs melihat. Org Farisi tahu ttg Taurat & tradisi, diibaratkan sbg memiliki ‘mata’, namun pengetahuan dan prakteknya justru mrka tdk bs melihat Tuhan, mrka ‘buta’. Apa sebabnya? Ternyata jwbannya ada dlm ayat sblumnya yaitu Matius 15:4 dan 6, mrka membuat perintah Tuhan tdk punya danpak krna tradisi nenek moyang. Dlm bhsa aslinya ‘parabainò„’ bermakna menjadikan kontra, artinya mrka memposisikan Taurat dan tradisi tdk sejalan.

Tentu saja kita jg punya tradisi masing-masing krna kelahiran kita, dilahirkan di Jawa maka tradisi Jawa yg kita pegang, lahir sbg org Batak misalnya, tradisi org Batak yg kita ikuti. Tp tradisi tdklah boleh kita posisikan di atas kebenaran Firman Tuhan, tradisi adalah produk manusia, bkn Tuhan. Jd kita hrs mendahulukan Firman Tuhan drpd tradisi, namun bkn meniadakan tradisi, krna ada bagian dr tradisi yg sejalan dg Firman Tuhan.

Belajar mempraktekkan Firman Tuhan bkn sekedar spya kelihatan kudus di hadapan manusia, tp apakah jg kita kudus di hadapan Tuhan? Tuhan melihat hati.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.