Bahaya Keberhasilan

DI 19072018

Hosea 10:1 KJV
Israel is an empty vine, he bringeth forth fruit unto himself: according to the multitude of his fruit he hath increased the altars; according to the goodness of his land they have made goodly images.

  • Israel adalah sebuah pohon anggur yang kosong, dia menghasilkan buah untuk dirinya sendiri, sesuai dengan jumlah buahnya, dia telah memperbanyak mezbah-mezbah, sesuai dengan kebaikan tanahnya, mereka telah membuat patung-patung berhala.

Bnyk kisah dlm Alkitab ttg tokoh-tokoh yg justru jatuh ketika mrka dlm masa di mana merupakan masa keemasan, hidup dlm kelimpahan, dsbnya.

Daud jatuh dlm perzinahan justru ketika kemenangan demi kemenangan dia peroleh melawan musuhnya, hingga dlm suatu peperangan, dia tdk maju tetapi tinggal di istana, di sinilah awal dia jatuh. Salomo dlm masa keemasan bangsa Israel, krna cinta pd bnyk wanita justru jatuh dlm penyembahan berhala. Simson yg seharusnya jd hakim bagi Israel, jatuh krna bujuk rayu wanita bangsa asing. Nebukadnezar menjd sombong ketika dia merasa Tuhan memakai dia utk menghukum bangsa Israel, hingga akhirnya dia dibuat Tuhan lebih rendah dr binatang, dan masih bnyk lg. Justru dlm keadaan yg amat baik, bahaya godaan dosa semakin dahsyat.

Israel sdh ‘berbuah’ dlm ayat ini, tp justru mrka jatuh dlm dosa penyembahan berhala, bknnya semakin bersyukur dan takut akan Tuhan, malah sebaliknya. Apa penyebabnya? Krna mrka tdk ingin hidupnya diatur Tuhan.

Bnyk org yg tdk sungguh-sungguh dlm Tuhan menganggap Tuhan hanya sbg penolong di waktu susah, bkn sbg pribadi utk dikasihi dan disembah. Dulu miskin berdoanya sering, sungguh-sungguh, sdh kaya malah sibuk dg hartanya dan mencoba membahagiakan dirinya sndri. Wkt sakit doa minta kesembuhan sambil nangis-nangis, sdh disembuhkan malah tdk mau bersaksi ttg mujizat Tuhan. Semua dinikmati utk dirinya sndri, Tuhan tdk kebagian apa-apa. Apa perlu sampai spt Nebukadnezar, dibuat hilang ingatan dan tdr di luar istananya?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.