Memelihara Mulut dan Lidah

DI 21072018

Amsal 21:23 KJV
Whoso keepeth his mouth and his tongue keepeth his soul from troubles.

  • Siapa mengawal mulut dan lidahnya memelihara jiwanya dari masalah/kesukaran

Lidah tentu berkaitan dg perkataan yg kita ucapkan, sdgkan mulut berkaitan dg apa yg masuk dlm tubuh kita, dlm hal ini berkaitan dg makanan. Mulut itu menyaring yg masuk, lidah itu menyaring yg keluar dr diri kita.

Jd amsal ini menvingatkan kita utk bersikap layaknya seorg pengawal, yg mengawal seseorg/sesuatu spya aman dr bahaya. Mengawal mulut berarti mengawasi apa yg akan masuk ke dlm mulut kita, dlm hubungannya dg kesehatan berarti kita mengawasi makanan dan minuman yg kita konsumsi setiap hari, jgn mkn makanan dan minum minuman yg justru merusak tubuh dan kesehatan kita. Jika tdk kita lakukan maka tubuh bs menjd cepat sakit dan bs berujung pd kematian akibat komplikasi penyakit di bbrpa bagian tubuh kita. Ini jg gambaran spya kita menjaga dan menyaring semua yg akan masuk dlm hati kita, masukkan yg baik, buang yg buruk. Jgn sampai kita masuk dlm pencobaan dan masalah yg sbnarnya tdk perlu kita alami.

Kemudian ttg lidah, kita hrs mengawal perkataan yg akan kita ucapkan, jgn sampai justru merugikan org lain maupun diri kita sndri. Apa yg kita ucapkan dampaknya akan kembali pd diri kita, baik atau buruk yg kita ucapkan. Scra fisik lidah adalah indera pengecap, membedakan rasa sesuatu yg kita makan dan minum. Kalau lidah sampai mati rasa, tentu kita tdk mgkin bs menikmati lezatnya mknan krna di lidah kita tdk terasa rasa apapun. Ini gambaran ttg jika kita ingin hidup bahagia, jgn sampai perkataan kita itu hampa atau kosong maknanya. Perkatakan sesuatu yg bermakna baik dan mulia serta menenangkan hati. Hindari pertengkaran mulut krna tdk ada gunanya selain sbg wadah melampiaskan emosi semata.

Kawallah mulut dan lidah kita, awasi dan lakukan pengawalan yg ketat shga iblis tdk bs memanfaatkannya utk maksud yg tdk baik. Jaga kestabilan emosi.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.